(Taiwan, ROC) --- Seiring dengan meningkatnya tren kerja jarak jauh, pekerjaan digital nomad yang tidak dibatasi waktu dan lokasi telah menjadi gaya hidup yang diidamkan banyak orang. Isu keamanan di negara tujuan juga menjadi perhatian utama.
Terkait hal ini, sebuah platform perjalanan Eropa telah merilis hasil survei terhadap 200 kota global untuk tahun 2025, di mana Taipei terpilih sebagai 「Kota Teraman bagi Digital Nomad Wanita」 peringkat 1 dengan keunggulan yang signifikan.
Kaohsiung berada di peringkat 7, dan Taiwan menjadi satu-satunya negara yang memiliki dua kota dalam 10 besar.
Menurut laporan survei platform perjalanan Eropa - Holidu, sistem transportasi umum Taipei tidak hanya dapat diandalkan tetapi juga nyaman, memungkinkan orang untuk bepergian dengan mudah bahkan hingga larut malam.
Survei tersebut juga menunjukkan bahwa 90% wanita menganggap lingkungan berjalan kaki di malam hari di Taipei sangat aman. Selain itu, Taipei juga mendapat pengakuan tinggi dalam kategori 「Keramahan terhadap Wanita dan Warga Asing」, 「Peraturan Hak-hak Wanita」, dan 「Proporsi Pekerja Digital Nomad」.
Data menunjukkan bahwa sekitar seperlima dari digital nomad lokal adalah wanita, mencerminkan daya tarik tinggi Taipei bagi pekerja jarak jauh wanita. Selain Taipei, kota lain di Taiwan yaitu Kaohsiung juga menunjukkan performa yang mengesankan dalam survei ini, menempati peringkat 7 dunia.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa 82% responden wanita menganggap lingkungan berjalan kaki malam hari di Kaohsiung aman, dan keramahan terhadap warga asing juga mendapat nilai tinggi.
Pada saat yang sama, untuk menarik lebih banyak talenta kerja jarak jauh internasional, pemerintah Taiwan secara resmi meluncurkan 「Visa Digital Nomad」 tahun ini, yang menyediakan izin tinggal legal hingga 6 bulan, semakin meningkatkan daya tarik Taiwan bagi pekerja digital global.
Kota-kota Asia lainnya juga menunjukkan performa yang menonjol, di antaranya Chiang Rai, Thailand, yang menempati peringkat 2, dengan 93% wanita menyatakan merasa aman berjalan kaki di sana, dan proporsi digital nomad wanita mencapai 22%, tertinggi di antara kota-kota Thailand.
Peringkat 3 ditempati oleh Montevideo, ibu kota Uruguay di Amerika Selatan, dengan 87% wanita menyatakan merasa aman di malam hari.
Di wilayah Eropa, Venesia, Italia menunjukkan performa terbaik, menempati peringkat 4 global, dengan 78% wanita menyatakan merasa aman berjalan kaki di malam hari.
1. Taipei (Taiwan)
2. Chiang Rai (Thailand)
3. Montevideo (Uruguay)
4. Venesia (Italia)
5. Penang (Malaysia)
6. Valencia (Spanyol)
7. Kaohsiung (Taiwan)
8. Porto (Portugal)
9. Saskatoon (Kanada)
10. Ubud (Indonesia)
11. Coimbra (Portugal)
12. Aveiro (Portugal)
13. Cuenca (Ekuador)
14. Queretaro (Meksiko)
15. The Hague (Belanda)
16. Rijeka (Kroasia)
17. Nanjing (Tiongkok)
18. Portimão (Portugal)
19. Lisbon (Portugal)
20. Curitiba (Brasil)