(Taiwan, ROC) --- Tarif timbal balik AS mulai berlaku Rabu hari ini (9/4), Menteri Urusan Ekonomi J.W. Kuo (郭智輝) menekankan bahwa telah dikonfirmasi industri tradisional dan UMKM akan lebih terdampak, sementara industri elektronik, server, dan teknologi tinggi tidak terlalu terpengaruh.
Pemerintah telah mengalokasikan anggaran khusus sebesar NT$88 miliar untuk menangani situasi ini, yang diyakini dapat memenuhi kebutuhan. Jika hasil negosiasi Taiwan dengan AS tidak sesuai harapan, anggaran akan ditambah.
Ketua Dewan Pembangunan Nasional (NDC), Paul Liu (劉鏡清), menerangkan bahwa dalam simulasi pemerintah, skenario tarif tertinggi adalah 35%. Namun, mengingat integrasi dan timbal balik yang erat antara industri Taiwan AS, perusahaan-perusahaan AS sangat mendukung Taiwan, substitusi rantai pasokan tidak akan terjadi secepat itu.
Ditambah dengan hubungan Taiwan dengan AS yang berkembang positif, maka Taiwan memiliki keunggulan tertentu dalam negosiasi dengan AS. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa 66 negara sedang mengantre untuk bernegosiasi dengan AS, dan ia memperkirakan Taiwan akan berada di urutan depan.
J.W. Kuo menjelaskan, setelah berdiskusi dengan semua produsen server, karena perusahaan Taiwan berperan sebagai manufaktur kontrak (OEM), maka beban pajak akan ditanggung oleh pihak pelanggan sebenarnya. Para produsen menganggap tarif 32% tidak menjadi masalah, dan karena ini adalah produk unggulan, marginnya juga lebih tinggi dari 32%.
Selain itu, jika produsen memiliki operasi di Meksiko, mereka juga dapat menerima pengurangan tarif. Produk unggulan lain yang relatif kurang terpengaruh termasuk suku cadang aftermarket (AM) komponen otomotif.
Mengenai apakah 30 produk utama Taiwan akan terpengaruh, J.W. Kuo menekankan bahwa tarif tinggi pasti akan berdampak, yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikannya dan mendistribusikan dampaknya.
Ini semua adalah hal-hal kunci yang harus dibicarakan oleh tim negosiasi. Posisi Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) adalah terus mengunjungi perusahaan domestik untuk memahami situasi dan memberikan informasi intelijen kepada tim negosiasi sebagai referensi.