(Taiwan, ROC) --- Belakangan ini kasus mata-mata Partai Komunis Tiongkok (PKT) semakin sering terjadi, tidak hanya melibatkan beberapa asisten kantor pemerintah, tetapi lebih dari setengah kasus melibatkan personel militer aktif dan pensiunan.
Menanggapi hal ini, Kepala Biro Keamanan Nasional (NSB), Tsai Ming-yen (蔡明彥) menyatakan bahwa selain akan melakukan investigasi menyeluruh tanpa memandang partai politik, mereka juga akan mengamandemen bagian-bagian yang kurang memadai dalam Undang-undang Keamanan Nasional yang ada saat ini untuk mencegah berbagai bentuk front persatuan atau infiltrasi dari Tiongkok.
Dalam laporannya disebutkan bahwa sejak Presiden AS Donald Trump menjabat, ia menerapkan kebijakan dalam dan luar negeri berdasarkan prinsip America First dan mengenakan tarif timbal balik kepada berbagai negara.
Sementara itu, Tiongkok memanfaatkan fokus pemerintahan Donald Trump pada kepentingan AS untuk memperkuat kontak dengan negara-negara sekutu AS, dan secara sepihak membuka bebas visa untuk 38 negara, menarik berbagai pihak untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan.
Selain itu, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) terus memperluas kekuasaan di laut dan udara serta mengancam keamanan regional, mereka bahkan juga meningkatkan intensitas intimidasi militer terhadap Selat Taiwan.
NSB mencatat bahwa sejak tahun 2020 hingga sekarang, terdapat 159 orang yang dituntut dalam kasus mata-mata komunis di Taiwan, di mana 95 orang di antaranya adalah personel militer aktif dan pensiunan, yang mana mencapai 60%. Target tidak hanya terbatas pada perwira, tetapi lebih dari setengah adalah bintara dan prajurit, menunjukkan bahwa metode infiltrasi Tiongkok ke Taiwan semakin beragam.
Menanggapi hal ini, Tsai Ming-yen menjelaskan, terhadap kejahatan yang merugikan kepentingan nasional, akan dilakukan investigasi menyeluruh tanpa memandang partai politik.
Di masa mendatang, mereka juga berharap dapat mencegah infiltrasi Tiongkok melalui amandemen undang-undang, dan sudah memiliki arah yang konkret.
Tsai Ming-yen mengatakan, "Biro kami juga sedang aktif berkonsultasi dengan Kementerian Kehakiman tentang bagaimana meninjau ulang dan memeriksa sistem hukum keamanan nasional terkait, apakah ada ruang untuk penyempurnaan dan penguatan. Kami berharap melalui amandemen undang-undang, sistem keamanan nasional kita dapat menjadi lebih tangguh, menghindari berbagai bentuk front persatuan atau aktivitas infiltrasi Tiongkok terhadap Taiwan."
Mengenai kasus-kasus mata-mata komunis yang terus terungkap, Tsai Ming-yen menunjukkan bahwa infiltrasi Tiongkok tidak pernah berhenti, kasus-kasus terkait sudah dalam proses investigasi, dan dikonfirmasi masih ada kasus lain yang sedang dalam pengumpulan bukti.
Meskipun saat ini tidak dapat dijelaskan kepada publik, NSB akan secara aktif mengumpulkan bukti terkait dan menyediakannya untuk investigasi yang diperlukan oleh kejaksaan dan penyidik.