(Taiwan, ROC) – Pemberitaan media asing menyebutkan bahwa pihak Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki apakah TSMC telah melanggar peraturan sehingga chip yang diproduksi perusahaan tersebut ditemukan pada prosesor Kecerdasan Buatan (AI) milik Huawei. Menanggapi hal ini, Menteri Perekonomian Taiwan, J.W. Kuo (郭智輝) dalam sebuah wawancara pada hari ini (9/4), menyatakan bahwa TSMC adalah perusahaan yang mematuhi peraturan di setiap wilayah operasinya. Menurutnya, masalah seperti itu seharusnya tidak terjadi pada TSMC. Selain itu, Kementerian Urusan Ekonomi (MOEA) Taiwan juga belum menerima informasi terkait, sehingga tidak memberikan komentar lebih lanjut.
Saat kebijakan Tarif Timbal Balik (Reciprocal Tariff) AS mulai diberlakukan pada Rabu (9/4), kantor berita Reuters mengutip pernyataan dari sumber anonim yang menyebutkan bahwa Negeri Paman Sam tengah menyelidiki apakah TSMC memasok chip kepada perusahaan Tiongkok “Sophgo”, yang chip-nya diketahui cocok dengan chip yang digunakan dalam prosesor AI kelas atas Huawei Ascend 910B. Jika terbukti melanggar peraturan kontrol ekspor AS, maka TSMC bisa dihadapi dengan sanksi denda sebesar 1 miliar dolar AS atau bahkan lebih.
Menanggapi hal tersebut, Menko J.W. Kuo (郭智輝) ketika diwawancara oleh media saat sebelum menghadiri rapat Komite Ekonomi pada hari ini (9/4) di Yuan Legislatif untuk memberikan laporan khusus, menegaskan bahwa TSMC belum memberikan tanggapan terkait isu tersebut. Kuo menyatakan bahwa TSMC adalah perusahaan yang mematuhi peraturan di setiap wilayah operasinya, sehingga masalah seperti itu seharusnya tidak terjadi.
Mengenai kabar angin yang menyebutkan bahwa Menko Kuo pada bulan Mei mendatang akan pergi ke Negeri Paman Sam guna menghadiri SelectUSA Investment Summit, dan akan menyaksikan penggabungan antara UMC (United Microelectronics Corporation) dan pabrik semikonduktor AS GlobalFoundries, menjadi “GlobalFoundries America”, media pun meminta konfirmasi dari Menko Kuo. Namun, Kuo menjawab bahwa langkah-langkah administrative pemerintah bersifat dinamis, dan eksekutif kabinet bekerja sebagai satu kesatuan. Mengenai kemungkinan dirinya berangkat ke AS pada bulan Mei nanti, dirinya mengatakan “Saat ini, pertanyaan tersebut belum eksis.”
Kemudian, saat anggota legislatif dari Partai Kuomintang (KMT), Cheng Cheng-chien (鄭正鈐) mengajukan pertanyaan mengenai pernyataan terbaru Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut jika dirinya memberi tahu TSMC, jika mereka tidak membangun pabrik di AS, maka akan dikenakan pajak hingga 100%, Menko Kuo menanggapinya dengan mengatakan jika sejauh ini MOEA belum menerima informasi seperti itu. Dirinya juga menyatakan bahwa TSMC sudah memiliki investasi di AS, sehingga klaim bahwa mereka tidak akan berinvestasi di sana adalah argument yang aneh. Namun, masalah ini harus dijawab langsung oleh pihak TSMC.