(Taiwan, ROC) --- Badai tarif yang dilancarkan Presiden AS Donald Trump telah memicu guncangan di pasar saham. Pembaruan Indeks Miliarder Bloomberg pada Rabu kemarin (8/4) menunjukkan bahwa pendiri Tesla, Elon Musk, masih mempertahankan posisinya sebagai orang terkaya di dunia.
Meskipun dikenal sebagai teman Donald Trump, Elon Musk tidak luput dari penurunan drastis nilai kekayaannya. Di antara sepuluh orang terkaya dunia, hanya Sang Dewa Saham - Warren Buffett yang mencatatkan peningkatan aset secara kumulatif tahun berjalan (YTD).
Indeks Miliarder Bloomberg yang diperbarui pada Rabu masih menempatkan Elon Musk di posisi teratas, diikuti oleh Ketua Amazon Jeff Bezos, CEO Meta Mark Zuckerberg, Warren Buffett, dan pendiri grup barang mewah Prancis LVMH, Bernard Arnault.
Warren Buffet yang dijuluki sebagai Dewa Saham. 圖: 數位時代
Posisi keenam hingga kesepuluh ditempati oleh pendiri Microsoft Bill Gates, Ketua Oracle Larry Ellison, salah satu pendiri Google Larry Page, mantan CEO Microsoft Steve Ballmer, dan salah satu pendiri Google lainnya Sergey Brin.
Yang patut diperhatikan adalah setelah mengalami crash pasar saham ini, 10 orang terkaya dunia menunjukkan kerugian besar. Kekayaan Elon Musk, orang terkaya di dunia, mengalami penurunan sebesar US$135 miliar (sekitarNT$4,44 triliun) dalam akumulasi tahun berjalan.
Hanya Warren Buffett di posisi keempat yang mencatatkan kenaikan aset dalam tahun berjalan, dengan peningkatan sebesar US$11,5 miliar (sekitar NT$3,78 triliun).