(Taiwan, ROC) – Dalam beberapa tahun terakhir, bersepeda ke tempat kerja semakin populer, sementara di akhir pekan, tak sedikit keluarga terlihat tengah mengayuh sepeda di taman-taman tepi sungai untuk berolahraga sembari menikmati pemandangan di sepanjang sungai. Meski begitu, masih sangat jarang terlihat pesepeda yang mengenakan helm.
Warga Taipei yang bersepeda, Nyonya You, menyampaikan pendapatnya bahwa “Sepeda motor lebih cepat dan lebih berbahaya, sedangkan bersepeda tidak terlalu berbahaya.”
Senada dengan itu, Tuan Zhang, sesama pesepeda di Taipei, menuturkan “Coba tanya, siapa yang menyediakan helm? Pasti dari diri sendiri, jadi itu tidak praktis. Lagipula kami semua mengayuh dengan pelan.”
Berdasarkan ketentuan dalam “Undang-Undang Pengelolaan dan Penegakan Hukum Lalu Lintas”, pengendara sepeda motor yang tidak mengenakan helm dapat dikenakan sanksi denda sebesar NT$500. Namun, saat ini belum ada peraturan hukum yang bisa dijadikan dasar untuk menjatuhkan sanksi bagi pesepeda yang tidak mengenakan helm.
Dilansir dari pemberitaan PTS, menurut survei dari Ditjen Promosi Kesehatan (HPA) Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) Taiwan, serta Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) Taiwan menunjukkan, jumlah penduduk berusia 12 tahun ke atas yang secara rutin mengendarai sepeda diperkirakan mencapai sekitar 5,11 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 80% sama sekali tidak pernah atau hampir tidak pernah memakai helm saat bersepeda, sementara yang selalu memakai helm setiap kali bersepeda hanya sekitar 11% saja.
Ada dokter yang menyarankan bahwa bagi pengendara sepeda balap, sebaiknya diwajibkan untuk mengenakan helm. Jika terjadi kecelakaan lalu lintas, cedera pada bagian kepala bisa berakibat fatal atau meninggalkan dampak jangka panjang.
Dokter Spesialis Bedah Saraf dari RS Chang Gung Linkou, Wei Guo-zhen (魏國珍) menyampaikan, “yang paling sering kami temui adalah mereka yang mengendarai sepeda balap, dan itu cukup parah. Ketika kepala terbentur, kadang terjadi pendarahan otak, dan kadang cedera leher bisa menyebabkan kelumpuhan pada setengah tubuh.”
Kepala HPA, Wu Zhao-jun (吳昭軍) menanggapi, “kalau pesepeda terjatuh, yang paling dikhawatirkan adalah cedera pada kepala. Namun, apakah perlu ada undang-undang yang mewajibkan penggunaan helm, itu tergantung apakah ada kesepakatan dari masyarakat atau tidak.”
Mantan Menteri MOHW, Wen-Ta Chiu (邱文達) yang dulunya menjadi salah satu penggerak utama dalam pemberlakuan undang-undang wajib helm bagi pengendara sepeda motor, kini juga mendorong agar aturan serupa dapat turut diterapkan bagi para pesepeda.
Menanggapi hal ini, HPA menegaskan bahwa bersepeda adalah olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan. Mengenai apakah perlu dibuat undang-undang yang mewajibkan penggunaan helm saat bersepeda, hal tersebut dapat dibuka untuk diskusi publik, dan harus dikaji lebih lanjut oleh MOTC.