(Taiwan, ROC) -- Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik, Presiden Lai Ching-te (賴清德) mengajukan lima strategi untuk merespons, dengan jelas mengarahkan perluasan pembelian militer dari AS untuk menyeimbangkan defisit perdagangan bilateral. Menanggapi hal di atas, Menteri Pertahanan Nasional, Wellington Koo (顧立雄), menyatakan akan berkomunikasi penuh dengan pihak AS berdasarkan empat prioritas, meliputi pembangunan kekuatan asimetris, ketahanan operasi pertahanan, peningkatan kekuatan cadangan, dan penanganan zona abu-abu.
Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik untuk negara-negara tertentu, Taiwan juga dikenakan tarif tinggi sebesar 32%, yang berdampak pada sektor industri dalam negeri dan pasar saham. Presiden Lai segera mengajukan 5 strategi dan 20 langkah. Selain menegaskan Taiwan tidak akan melakukan tarif pembalasan, Yuan Eksekutif juga akan mendata produk pertanian, industri, dan gas alam petrokimia untuk meningkatkan rencana pembelian dari AS. Kementerian Pertahanan Nasional (MND) juga mengajukan daftar pembelian militer untuk mengurangi defisit perdagangan Taiwan AS.
Saat ditemui Selasa hari ini (8/4), Menteri MND, Wellington Koo, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan mengungkapkan item pembelian spesifik sebelum menyelesaikan prosedur pembangunan dan mendapatkan anggaran. Dia menekankan bahwa perencanaan pembelian militer akan berpegang pada empat aspek prioritas, meliputi pembangunan kekuatan asimetris, ketahanan operasi pertahanan, peningkatan kekuatan cadangan, dan penanganan zona abu-abu. Ia juga akan berkomunikasi penuh dengan pihak AS untuk memastikan investasi militer sesuai dengan kebutuhan pertahanan aktual Taiwan.
Wellington Koo menjelaskan bahwa Presiden Lai telah menetapkan target pengeluaran pertahanan sebesar 3% dari PDB. Jika investasi militer mendapat lebih banyak anggaran, maka kapasitas terkait akan meningkat secara signifikan. Wellington Koo mengatakan, "Saya pikir presiden telah menjelaskan bahwa kita berharap dapat mencapai 3% PDB. Untuk tiga komponen utama yaitu pemeliharaan personel, pemeliharaan operasional, dan investasi militer, seperti yang sudah saya sebutkan tadi, investasi militer mencakup pembelian komersial dan produksi dalam negeri. Mengingat situasi ancaman yang serius, jika kita bisa mendapatkan lebih banyak anggaran untuk investasi militer, maka hal ini akan benar-benar meningkat."
Menanggapi laporan Biro Keamanan Nasional (NSB) tentang meningkatnya gangguan zona abu-abu dari Tiongkok terhadap Taiwan, Wellington Koo merespons bahwa MND dan NSB adalah bagian penting dari tim keamanan nasional. Kedua belah pihak terus melakukan pengawasan bersama dan pertukaran intelijen, memperkuat pemantauan dan menerapkan tindakan respons sesuai tingkat gangguan. Jika diperlukan, latihan kesiapsiagaan akan diaktifkan untuk memberikan respons segera sesuai dengan aturan penanganan. Selain itu, data dari laporan NSB menunjukkan bahwa dalam kasus mata-mata dalam 5 tahun terakhir, 159 orang telah didakwa, dengan 60% di antaranya adalah personel militer aktif dan pensiunan.
Wellington Koo menyatakan bahwa keberadaan mata-mata ada di mana-mana dan militer adalah salah satu target utama, tetapi pendidikan keamanan dari MND telah menunjukkan hasil yang jelas, dengan sebagian besar kasus terungkap melalui pelaporan sukarela dari personel militer. Dia menekankan bahwa MND telah menerapkan pemeriksaan keamanan berlapis, di mana akses ke informasi rahasia hanya diberikan setelah pemeriksaan, untuk meningkatkan kekuatan keseluruhan perlindungan keamanan informasi pertahanan.