(Taiwan, ROC) --- Banyak warga yang mengira bahwa mengendarai YouBike setelah minum alkohol tidak akan dikenakan sanksi.
Namun, pemikiran di atas ternyata salah. Mereka yang mengendarai YouBike setelah meneguk minuman beralkohol akan tetap ditangkap dan didenda oleh polisi.
Pada Minggu kemarin (6/4), anggota Dewan Kota Taipei Tseng Hsien-ying (曾獻瑩) mengungkapkan data yang menunjukkan bahwa sejak diberlakukannya peraturan mengenai mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk pada tahun 2024, jumlah kasus pelanggaran meningkat hampir 4 kali lipat. Hal ini ditakutkan dapat menjadi celah baru dalam keamanan lalu lintas kota.
Hal ini diduga terkait dengan kurangnya pemahaman hukum masyarakat, dan disarankan agar pemerintah kota memperkuat pendidikan dan sosialisasi hukum.
Biro Perhubungan Kota Taipei menanggapi bahwa selain terus melakukan sosialisasi, pengguna YouBike yang tertangkap mengendarai dalam keadaan mabuk juga akan dibekukan haknya selama 2 tahun.
Sebelumnya, seorang pekerja kantoran di Taipei yang memilih untuk menggunakan YouBike untuk pulang setelah minum-minum dengan teman-temannya. Ia tetap tertangkap polisi dan didenda karena mengemudi dalam keadaan mabuk.
Tseng Hsien-ying menemukan bahwa kasus serupa sering terjadi, mencerminkan masih kurangnya pemahaman hukum masyarakat tentang mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk.
Tseng Hsien-ying menjelaskan bahwa menurut Peraturan Pengelolaan Lalu Lintas Jalan, kendaraan lambat didefinisikan sebagai kendaraan ringan yang tidak digerakkan oleh mesin atau hanya memiliki tenaga bantuan dengan kecepatan maksimum tidak melebihi 25 km/jam. Ini mencakup sepeda, sepeda listrik dengan pedal, skateboard/hoverboard listrik, dan kendaraan roda dua listrik mikro.
Sejak 2024, mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk telah dimasukkan dalam lingkup penindakan hukum, dengan standar tes alkohol yang sama dengan mobil dan sepeda motor, yaitu ilegal jika hasil tes napas melebihi 0,15mg/L atau kadar alkohol dalam darah melebihi 0,03%.
Berdasarkan data dari Satuan Polisi Lalu Lintas Taipei, jumlah kasus pelanggaran mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk meningkat drastis dari 129 kasus di tahun 2023 menjadi 507 kasus tahun lalu, meningkat hampir 4 kali lipat. 33 kasus di antaranya dituntut atas tuduhan membahayakan keselamatan publik.
Tseng Hsien-ying menganalisis bahwa sebelumnya, kasus mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk tidak secara jelas termasuk dalam statistik. Masyarakat umumnya keliru mengira bahwa mereka hanya akan diberi peringatan dan tidak akan didenda. Hal ini menyebabkan risiko kecelakaan semakin meningkat dan menjadi celah baru dalam keamanan lalu lintas kota.
Selain menunjukkan kurangnya pemahaman masyarakat, ini juga mengungkapkan adanya kelemahan dalam penegakan hukum dan sosialisasi. Dia menyarankan agar pemerintah kota memperkuat pendidikan hukum dan meningkatkan sosialisasi di zona dan waktu berisiko tinggi, serta menambahkan peringatan di stasiun YouBike.
Biro Perhubungan mengingatkan masyarakat bahwa jika mengendarai YouBike dalam keadaan mabuk, pengguna akan dibekukan haknya selama 2 tahun sesuai dengan ketentuan keanggotaan. Sebelumnya, mereka telah mensosialisasikan etika berkendara dan peraturan YouBike kepada masyarakat melalui sistem manajemen dan running text, dan akan terus melakukan sosialisasi di masa depan untuk menjaga keselamatan pejalan kaki dan pengendara YouBike, serta bersama-sama membangun budaya berkendara yang aman dan sopan.
Polisi menyatakan, jika warga tertangkap mengendarai kendaraan lambat dalam keadaan mabuk, selain melanggar Peraturan Pengelolaan Lalu Lintas Jalan dan dikenakan denda antara NT$1.200 hingga NT$2.400, jika mengendarai kendaraan lambat bertenaga listrik juga akan dituntut atas tuduhan membahayakan keselamatan publik.