History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tarif Donald Trump Berdampak Besar? Brand Sepatu Sejuta Umat Ini Ditakutkan akan Semakin Mahal

  • 07 April, 2025
  • 尤繼富
Tarif Donald Trump Berdampak Besar? Brand Sepatu Sejuta Umat Ini Ditakutkan akan Semakin Mahal
Tarif Donald Trump Berdampak Besar? Brand Sepatu Sejuta Umat Ini Ditakutkan akan Semakin Mahal 示意圖/達志/美聯社

(Taiwan, ROC) --- Setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan akan mengenakan tarif 46% terhadap Vietnam, saham Nike yang memiliki setengah dari pabriknya di Vietnam anjlok 14,44%. Analis industri memperkirakan harga sepatu Nike kemungkinan akan naik signifikan akibat faktor tarif ini.

Dilansir dari media New York Post yang menyatakan bahwa setelah kebijakan tarif baru berlaku pada Rabu lusa (9/4), maka sepatu olahraga Air Jordan 1 High yang sebelumnya berharga US$180 (setara NT$5.962) kemungkinan akan naik US$18, menjadi US$198 (setara NT$6.558).

Menurut Footwear News, beberapa sepatu olahraga populer lainnya juga bisa naik antara US$15 hingga US$35 (sekitar NT$495 hingga NT$1.155).

Media tersebut menerangkan bahwa sepasang sepatu NIKE yang dijual seharga US$115 (seperti Nike Air Force 1) biaya produksinya di pabrik luar negeri sekitar US$18. Jika tarif 46% dikenakan pada produk dari Vietnam, maka akan menambah biaya US$8,28 per pasang sepatu.

Ketika jumlah ini dikalikan dengan 8.000 pasang sepatu yang bisa dimuat dalam satu kontainer, maka total biayanya menjadi sangat besar.

NIKE mungkin akan bernegosiasi dengan pabrik-pabriknya untuk mengurangi biaya ini, atau seperti yang banyak ahli industri yakini, tarif akan berubah seiring dengan negosiasi perjanjian antar negara.

Menurut informasi yang diterima oleh media New York Post dari orang dalam menyatakan bahwa jika tarif ini terus berlanjut, maka akan bangkrut pada musim panas.

Gary Wassner, CEO perusahaan pembiayaan pakaian Hildun Corp., menyatakan bahwa selama beberapa tahun terakhir, sebagian besar merek yang memproduksi di Tiongkok telah berusaha mendiversifikasi rantai pasokan mereka, dan banyak brand berencana pindah ke Vietnam untuk menghemat biaya produksi, tetapi kebijakan tarif baru ini telah menghambat kemajuan tersebut.

Komentar

Terbarumore