(Taiwan, ROC) --- Taiwan yang dijuluki Kerajaan Motor memiliki jumlah pengguna motor komuter yang sangat besar di daerah perkotaan.
Saat pengendara mengisi bahan bakar motor, biasanya tersedia tiga pilihan bensin yang dikategorikan dengan nomor 92, 95, dan 98.
Namun pertanyaannya, bahan bakar mana yang paling cocok untuk motor kesayangan Anda?
Salah satu pemilik bengkel di Taiwan yang juga adalah seorang Tik Tok-er, Damon (戴蒙), menyatakan bahwa sebagian besar motor produksi dalam negeri saat ini, baik tipe populer maupun sport, disarankan menggunakan bensin 92.
Ia menjelaskan alasan utama untuk tidak menggunakan bensin 95 atau 98 adalah lebih mudah menyebabkan penumpukan karbon. Jika penumpukan karbon pada mesin terlalu berat, dapat menyebabkan motor mudah mati.
Selain itu, dia juga menyarankan agar semua orang merujuk pada buku manual pabrik. Untuk kendaraan yang direkomendasikan menggunakan bensin 92 ke atas, maka terserah pemilik ingin menggunakan yang mana.
Dia menekankan, "Jangan berpikir bahwa karena Anda membeli motor yang lebih mahal, Anda harus menggunakan bensin yang lebih mahal. Jika motormu disarankan menggunakan bensin 92, gunakan saja 92!"
Mengenai dampak pencampuran bahan bakar pada motor, dia menjelaskan bahwa dampaknya sangat kecil dan tidak akan merusak mesin dalam jangka pendek, tetapi tidak disarankan untuk melakukannya dalam jangka panjang.
Menurut situs resmi CPC (Chinese Petroleum Corporation), perbedaan utama antara bensin tanpa timbal 92, 95, dan 98 terletak pada nilai oktannya.
Dilansir dari situs Pertamina Indonesia, nilai (bilangan) oktan digunakan untuk mengukur standar kemampuan pada bahan bakar mesin bensin.
Nilai ini juga menunjukkan kemampuan bahan bakar terhadap terjadinya knocking (sensasi mengelitik) pada mesin kendaraan. Semakin tinggi nilainya, maka semakin sempurna pembakarannya dan minim knocking pada mesin.
Hal ini akan membuat mesin tampil optimal dan cenderung awet. Bahan bakar yang memiliki nilai bilangan oktan tinggi membutuhkan banyak waktu untuk terbakar, tetapi hal ini dapat menaikkan efisiensi mesin bensin ke batas maksimal.
Secara umum, pengendara sebaiknya menggunakan bensin dengan nilai oktan yang sesuai dengan rekomendasi pabrikan (merujuk pada buku manual pemilik).
Untuk kendaraan dengan jarak tempuh tinggi, mungkin mengalami peningkatan rasio kompresi akibat penumpukan karbon pada mesin, sehingga kebutuhan nilai oktan juga meningkat.
Jika masih merasakan adanya gejala knocking, dapat beralih ke bensin dengan nilai oktan yang lebih tinggi.