(Taiwan, ROC) --- Amerika Serikat secara resmi mengumumkan detail tarif timbal balik, dengan Taiwan berada di peringkat keempat global. Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif 32% untuk Taiwan.
Meskipun dia kembali menyebutkan bahwa TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) dapat menghindari tarif dengan membangun pabrik di AS, tetapi produk ICT seperti server dan laptop akan terkena dampak.
Menurut analisis industri semikonduktor, 65% pelanggan TSMC berasal dari AS, tetapi ini tidak berarti chip yang diproduksi TSMC diekspor langsung ke AS.
Contohnya, sekitar 7% iPhone Apple diproduksi di India tahun lalu, sisanya sebagian besar diproduksi di Tiongkok.
Apple memesan chip dari TSMC, yang kemudian diekspor ke pabrik perakitan di Tiongkok dan India, digabungkan dengan komponen lain untuk dirakit menjadi iPhone dan dijual ke pasar global, termasuk AS.
Sistem server AI NVIDIA juga beroperasi dengan cara yang sama.
Dengan kata lain, tarif AS pada impor chip dari Taiwan tidak memiliki dampak langsung yang besar. Namun, pengenaan tarif pada semua produk, termasuk server dari Taiwan dan produk ICT yang mengandung chip Taiwan yang diekspor ke AS, memiliki dampak yang sangat besar.
Hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi tata letak rantai industri. Meskipun banyak perusahaan telah mendiversifikasi lokasi produksi mereka ke daerah dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah, tetapi melihat tarif yang dikenakan seperti Vietnam 46%, Thailand 36%, Tiongkok 34%, Malaysia 24%, Indonesia 32%, semuanya terkena dampak serius.
Jadi meskipun TSMC memproduksi chip di AS, tetapi ketika chip tersebut dikirim ke negara-negara di atas untuk dirakit dan kemudian diimpor kembali ke AS, maka tetap akan menghadapi tarif tinggi.