History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tingkat Bundir Naik, Pakar: Berkaitan Dengan Tingkat Perceraian dan Internet

  • 04 April, 2025
  • 陳柏萇
Tingkat Bundir Naik, Pakar: Berkaitan Dengan Tingkat Perceraian dan Internet
(Sumber foto: Shutterstock)

(Taiwan, ROC) -- Tingkat bunuh diri dari remaja Taiwan semakin meningkat untuk beberapa tahun terakhir ini, pakar menganalisa, mungkin dapat dikaitkan dengan tingkat perceraian orang tua, tingkat penggunaan internet, insomnia, pandangan tentang bunuh diri, dll. Guna mencegah hal ini maka diperlukan pengendalian secara perorangan, keluarga, internet dan berbagai unsur lainnya.

NTU Children and Family Research Center (CRFC) mengeluarkan laporan “Data Base OECD: Perbandingan Indeks Hak Anak Remaja dan Keluarga Taiwan Tahun 2024”, melihat perkembangan situasi anak remaja dan keluarga Taiwan dan mengimbau pemerintah untuk memerhatikan kebijakan dukungan bagi hak anak remaja dan keluarga.

Wakil CRFC NTU Janet Kuo Chen-lan (郭貞蘭) menjelaskan, dari laporan ini bisa melihat perubahan struktur keluarga yang jelas, cakupan keluarga suami dan istri pada tahun 2011 sebesar 57,24% mengalami penurunan menjadi 52,78% pada tahun 2023, sementara cakupan untuk keluarga tunggal pada tahun 2011 sebesar 10,12% meningkat menjadi 15,4% pada tahun 2023 dan keluarga orang tua tunggal dari 9,31% pada tahun 2011 meningkat menjadi 10,57% pada tahun 2023.

Dibandingkan dengan Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-orperation and Development/OECD), Janet Kuo mengungkapkan, cakupan keluarga suami istri di Taiwan masih lebih tinggi, termasuk keluarga suami istri yang memiliki anak juga memiliki cakupan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata negara OECD, sedangkan tingkat keluarga suami istri tanpa anak dan keluarga tunggal Taiwan lebih rendah dari rata-rata negara OECD.

Dalam hal tingkat bunuh diri kaum remaja, laporan memperlihatkan, rata-rata tingkat bunuh diri dari negara OECD tahun 2021 mencatat 6,5 dari 100 ribu jiwa, angka bunuh diri di Taiwan untuk tahun 2021 sebesar 4,5 dari 100 ribu jiwa, angka ini mengalami kenaikan menjadi 7 dari 100 ribu orang pada tahun 2023.

Wu Chyi-in (吳齊殷) seorang peneliti dari CRFC NTU mengamati, ini terjadi sejak tingkat keluarga dengan dua orang tua mengalami penurunan dan cakupan dari tingkat keluarga dengan orang tua tunggal meningkat, hal ini menyimpang dari pola keluarga tradisional, tetapi hal ini tidak berbeda jauh dengan kebanyakan negara di dunia, yang mencerminkan adanya tren pilihan pandangan yang sama. Sementara tren pada kawasan Eropa dan Amerika mengalami perubahan dalam pandangan kepada anak di luar nikah, di mana mereka juga di terima dan mendapat perlakuan baik dari masyarakat.

Profesor Chang Shu-sen (張書森) dari Institute of Health Behavior and Community Sciences, National Taiwan University menyampaikan, melalui pengamatan dan penelitian, angka bunuh diri remaja mengalami peningkatan untuk beberapa tahun terakhir ini memiliki keterkaitan dengan tingkat perceraian orang tua, tingkat penggunaan internet, gangguan tidur, pandangan dan percobaan bunuh diri, belakangan ini juga semakin banyak remaja yang beranggapan bahwa bunuh diri adalah hak dari individu.

Apabila ingin melakukan tindakan pencegahan, Chang Shu-sen menyarankan, selain membantu kaum remaja untuk mengurangi tekanan psikologis mereka, juga harus membantu mereka dalam menanggapi perubahan struktur keluarganya, memberikan perawatan bagi anak-anak kaum lemah, mengurangi stereotip negative dari keluarga orang tua tunggal dan lainnya, bersamaan dengan itu juga memperbaiki lingkungan dunia maya secara keseluruhan dan memperkuat keamanan kampus dan berbagai hal lainnya.

Komentar

Terbarumore