History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Taiwan Dikenakan Tarif Timbal Balik 32% oleh Donald Trump

  • 03 April, 2025
  • 尤繼富
Taiwan Dikenakan Tarif Timbal Balik 32% oleh Donald Trump
Taiwan Dikenakan Tarif Timbal Balik 32% oleh Donald Trump 圖/路透社

(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu (2/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik di Gedung Putih, yang menetapkan tarif terhadap 18 negara, termasuk salah satunya Taiwan.

Donald Trump menyebutkan bahwa Taiwan sebelumnya mengenakan tarif sebesar 64% terhadap Amerika Serikat, sehingga Amerika Serikat berencana mengenakan tarif timbal balik sebesar 32% terhadap Taiwan.

Pada Selasa waktu AS (2/4), Donald Trump mengadakan konferensi pers Make America Wealthy Again di Rose Garden Gedung Putih, mengumumkan bahwa ia akan menandatangani perintah eksekutif untuk mengenakan tarif timbal balik. Ia juga menyatakan bahwa defisit perdagangan tahunan Amerika Serikat merupakan keadaan darurat nasional.

Donald Trump mengatakan bahwa setelah penerapan tarif timbal balik, maka pabrik dan lapangan kerja akan kembali ke Amerika Serikat, serta mampu memperkuat basis industri domestik Amerika.

Amerika Serikat akan membuka pasar internasional sekaligus menghapus hambatan perdagangan asing. Ia menyebutkan bahwa lebih banyak produksi yang dipindahkan ke Amerika Serikat, maka daya saing akan menjadi lebih kuat dan harga akan lebih rendah.

Dalam konferensi pers tersebut, Donald Trump juga mengatakan bahwa Taiwan telah mengambil semua bisnis chip komputer dan semikonduktor dari Amerika Serikat. Ia menyebutkan bahwa AS dulunya adalah pemimpin dalam industri chip dan semikonduktor, tetapi kini hampir kehilangan seluruh pasar.

Meski demikian, Donald Trump juga menyoroti bahwa TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) akan berinvestasi dan membangun pabrik di AS, yang akan memperluas pangsa pasar AS.

Menurut perintah eksekutif yang dirilis oleh Gedung Putih tarif timbal balik dijadwalkan akan berlaku pada 9 April 2025.

Perintah eksekutif tersebut menyebutkan bahwa jika mitra dagang memilih untuk mengenakan tarif balasan terhadap AS, maka Donald Trump kemungkinan akan meningkatkan tarif timbal balik. Namun, jika mitra dagang mengambil langkah-langkah perbaikan yang signifikan dan menyelaraskan posisi mereka dengan AS dalam isu ekonomi dan keamanan nasional, maka ia juga dapat mengurangi atau membatasi tarif timbal balik.

Selain itu, perintah eksekutif tersebut juga menyatakan bahwa jika kapasitas atau volume produksi AS terus memburuk, Donald Trump mungkin akan meningkatkan tarif timbal balik untuk melindungi basis industri AS dan mendorong produksi domestik.

Komentar

Terbarumore