History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Proposal “The Liquid Waltz” Mahasiswa NTU Akan Diuji oleh Astronot Jepang

  • 02 April, 2025
  • 曾秀情
Proposal “The Liquid Waltz” Mahasiswa NTU Akan Diuji oleh Astronot Jepang
Proposal “The Liquid Waltz” Mahasiswa NTU Akan Diuji oleh Astronot Jepang

(Taiwan, ROC) -- Tim dari Departemen Teknik Mesin Universitas Nasional Taiwan (NTU) mengusulkan konsep “The Liquid Waltz” dan berharap dapat mengujinya di luar angkasa. Dalam eksperimen ini, saat pegas melar dan berputar, cairan di dalamnya pun akan mengalir mengikuti gerakannya. Proposal ini dinilai oleh Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) sebagai salah satu proyek paling potensial dan akan diuji langsung oleh astronot.

Wakil Profesor Departemen Teknik Mesin NTU, Jiang Ya-yu (蔣雅郁), bersama mahasiswa pascasarjana Chen Wen-qing (陳文慶), Yang Cheng-you (楊承祐), Lin Yan-cheng (林彥丞), Qiu Yu-hao (邱昱豪), dan Wu Yong-xiang (吳詠翔), mengajukan proposal bertajuk “The Liquid Waltz: Observing Fluid Dynamics in a Dancing Slinky”. Proposal ini meraih “juara pertama” dalam kompetisi proposal eksperimen tanpa gravitasi di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tahun 2025, mewakili Taiwan untuk diserahkan kepada Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang (JAXA) dalam tahap seleksi akhir. Proyek ini terpilih sebagai salah satu dari “11 rencana paling potensial”, dan eksperimen tersebut akan dilakukan oleh astronot pada akhir tahun ini atau awal tahun depan.

Dalam sebuah wawancara bersama media pada hari ini (2/4), Jiang Ya-yu (蔣雅郁) menyampaikan bahwa kompetisi proposal eksperimen tanpa gravitasi digelar oleh Universitas Cheng Kung (NCKU) atas mandat oleh Taiwan Space Agency (TASA). Kompetisi ini bertujuan untuk mendorong mahasiswa mengeksplorasi berbagai fenomena di lingkungan tanpa gravitasi melalui eksperimen.

Secara nasional, terdapat sebanyak 67 proposal yang telah diajukan, dan timnya merasa sangat terhormat dapat meraih juara pertama, mewakili Taiwan dalam seleksi akhir. Proposal mereka terpilih sebagai salah satu proyek paling potensial dari 500 proposal yang diajukan oleh 9 negara. Para astronot yang terlibat dalam proses seleksi juga memberikan penilaian yang sangat tinggi terhadap proyek ini.

Salah satu anggota tim, Chen Wen-qing (陳文慶) menjelaskan bahwa ada 3 hal yang sulit dikendalikan di Bumi, termasuk waktu, kucing, dan cairan. Metode pengendalian cairan yang berlaku di permukaan bumi belum tentu berfungsi di luar angkasa. Akhirnya, tim mereka menemukan ide untuk menggunakan slinky (pegas spiral) dan kantong air dalam eksperimen ini. Mereka akan menuangkan cairan ke dalamnya di lingkungan tanpa gravitasi dan mengamati apakah interaksi antara tegangan permukaan dan tekanan laplace akan menciptakan gaya tak kasat mata, yang dapat menjaga cairan tersebut tetap stabil di dalam pegas spiral.

Chen menjelaskan bahwa melalui eksperimen awal, tim mereka menemukan bahwa dalam skala kecil, tegangan permukaan berperan dominan, sehingga cairan dapat tetap berada dalam struktur spiral yang menyerupai “pegas spiral”. Namun, dalam skala yang lebih besar, cairan akan terdorong keluar dari pegas lantaran pengaruh gravitasi.

Chen menyampaikan bahwa tim mereka berharap dapat memanfaatkan lingkungan mikrogravitasi di Stasiun Luar Angkasa untuk mengamati bagaimana cairan dapat mengikuti gerakan pegas spiral saat meregang, berputar, atau melengkung, layaknya pasangan dansa yang bergerak selaras dengan astronot. Teknologi pengendalian fluida ini berpotensi diaplikasikan di berbagai bidang, termasuk industri semikonduktor, farmasi, serta misi kolonisasi luar angkasa di kemudian hari.

Komentar

Terbarumore