History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Panas dan Bau Menyengat Menyelimuti Zona Bencana! Korban Tewas Myanmar Meningkat Menjadi 2.719

  • 02 April, 2025
  • 尤繼富
Panas dan Bau Menyengat Menyelimuti Zona Bencana! Korban Tewas Myanmar Meningkat Menjadi 2.719
Panas dan Bau Menyengat Menyelimuti Zona Bencana! Korban Tewas Myanmar Meningkat Menjadi 2.719 圖/路透

(Taiwan, ROC) --- Gempa kuat 8.2 di Myanmar menyebabkan kerusakan parah. Menurut media pemerintah Tiongkok CCTV, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.719 orang.

Pada Selasa kemarin (1/4), seluruh negeri mengheningkan cipta selama 1 menit untuk mengenang semua korban. Analisis gabungan foto satelit dan AI menunjukkan kerusakan parah pada bangunan di kota terbesar kedua Mandalay, mengakibatkan para pengungsi terpaksa tidur di jalanan. Selain itu, beberapa titik sudah mulai tercium bau jenazah.

Menurut media AFP, seluruh Myanmar mengheningkan cipta selama 1 menit pada Selasa kemarin (1/4) untuk mengenang ribuan korban yang tewas dalam gempa kuat ini.

Sirene berbunyi pada pukul 12:52 siang, tepat saat gempa terjadi pada Jumat kemarin (28/3). Pemimpin junta militer Min Aung Hlaing sebelumnya mengumumkan bahwa periode 31 Maret hingga 6 April 2025 ditetapkan sebagai hari berkabung nasional, di mana bendera akan dikibarkan setengah tiang di seluruh negeri.

Dilansir dari media Associated, laboratorium Microsoft AI for Good menggunakan analisis gabungan foto satelit dan AI yang menunjukkan 515 bangunan di Mandalay mengalami kerusakan 80% hingga 100%, sementara 1.524 bangunan lainnya mengalami kerusakan 20% hingga 80%. Ini menunjukkan tingkat keparahan bencana tersebut.

Teknologi ini juga membantu tim pencarian dan penyelamatan di lapangan untuk menentukan lokasi spesifik kerusakan dan mengevaluasi area mana yang paling membutuhkan personel penyelamat.

Ratusan penduduk Mandalay telah menghabiskan 4 malam berturut-turut tidur di jalanan. Sebagian karena rumah mereka hancur, sebagian lain karena khawatir akan gempa susulan. Beberapa tidur di dalam tenda, sementara yang lain menggelar selimut di tengah jalan, berusaha menjaga jarak sejauh mungkin dari bangunan berbahaya.

Di zona bencana, banyak bangunan hunian yang rata dengan tanah. Sebuah lokasi keagamaan juga runtuh saat ratusan biksu sedang mengikuti ujian, dengan tas dan barang-barang milik korban masih bertumpuk di atas meja.

Lokasi bencana dipenuhi mobil pemadam kebakaran dan derek, dengan tim penyelamat dari India tengah melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Namun, seorang petugas India mengakui bahwa lokasi tersebut berbau sangat tidak sedap. Di tengah suhu tinggi, bau menyengat dari jenazah yang membusuk dapat tercium dengan jelas di beberapa lokasi bencana di sekitarnya.

Komentar

Terbarumore