(Taiwan, ROC) --- Banyak orang yang mengumpulkan baterai bekas untuk didaur ulang, tetapi jika melewatkan satu hal maka bisa mengakibatkan konsekuensi serius.
Baru-baru ini, seorang staf toko waralaba memposting bahwa jika baterai bekas dibuang begitu saja secara bersama-sama, maka bisa tidak sengaja menyebabkan ledakan, karena beberapa jenis baterai sebenarnya harus diisolasi sebelum dibuang ke tempat daur ulang.
Terkait hal ini, Biro Perlindungan Lingkungan Kota Taichung dan Kabupaten Nantou sebelumnya telah menginformasikan bahwa jika tidak mendaur ulang baterai bekas sesuai peraturan, maka dapat dikenakan denda maksimal NT$6.000.
Seorang Warganet yang bekerja di toko waralaba baru-baru ini memposting di platform Dcard, menyatakan bahwa sebelumnya pernah terjadi insiden ledakan baterai bekas di toko lain, sehingga perusahaan membuat dokumen panduan khusus untuk mengajarkan karyawan perihal cara yang benar dalam mendaur ulang baterai bekas.
Dokumen tersebut menyebutkan bahwa untuk baterai sekali pakai, seperti baterai nomor 1 hingga 4 yang umum (baterai jenis D, C, AA dan AAA) dan baterai kancing, tidak memerlukan penanganan khusus.
Namun untuk baterai yang dapat diisi ulang (yang dapat dicharge), maka perlu dilakukan isolasi dengan menempelkan selotip isolasi pada terminal positif dan negatif sebelum didaur ulang, dan harus disimpan terpisah dari baterai kering, serta hindari meletakkan dekat dengan sumber api dan bahan yang mudah terbakar.

Baterai nomor 1 (D), nomor 2 (C), nomor 3 (AA) dan nomor 4 (AAA). 圖:PANASONIC
Setelah artikel ini dipublikasikan, banyak netizen yang langsung berkomentar. "Tidak menyangka selain powerbank, baterai juga harus hati-hati. Sebelumnya pernah ada berita tentang warga yang membuang baterai ke truk sampah yang mengakibatkan ledakan dan kebakaran, barang seperti ini memang harus ditangani dengan hati-hati," tulis salah seorang netizen.
Mengenai daur ulang baterai, Biro Perlindungan Lingkungan Kota New Taipei sebelumnya telah mengingatkan bahwa baterai kering bekas dan powerbank, aki bekas dan sejenisnya dapat menimbulkan bahaya ledakan jika tertekan atau tergores, maka jangan dibuang ke truk sampah, harus dipisahkan untuk didaur ulang.
Bagi yang tidak mematuhi peraturan daur ulang dapat dikenakan denda sesuai Undang-Undang Pengelolaan Limbah sebesar NT$1.200 hingga NT$6.000.