History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jumlah Guru Bahasa Suku Penduduk Adat Purna Waktu Naik 2 Kali Lipat, Subsidi per Orang Juga Naik hingga NT$700 Ribu

  • 29 March, 2025
  • 李珮菁
Jumlah Guru Bahasa Suku Penduduk Adat Purna Waktu Naik 2 Kali Lipat, Subsidi per Orang Juga Naik hingga NT$700 Ribu
Guru bahasa suku penduduk adat Taiwan yang sedang mengajar murid-muridnya. (foto: Kementerian Pendidikan)

(Taiwan, ROC) -- Kementerian Pendidikan (MOE) Taiwan mulai merekrut guru bahasa suku penduduk adat purna waktu untuk mendukung pengajaran bahasa suku penduduk adat sejak tahun ajaran 2018. Jumlah guru bahasa suku penduduk adat purna waktu meningkat dari 112 orang pada tahun ajaran 2018, menjadi 252 orang pada tahun ajaran 2024, naik lebih dari dua kali lipat dalam tujuh tahun. Mulai tahun ajaran 2024, subsidi maksimum per orang juga dinaikkan menjadi NT$700 ribu (Rp350 juta)

Dalam siaran persnya (25/3), MOE menyebutkan bahwa untuk menerapkan kebijakan pendidikan bahasa suku asli serta melestarikan dan mengembangkan budaya berharga ini, Direktorat Jenderal Pendidikan K-12 bekerja sama dengan Komisi Urusan Masyarakat Adat (CIP) dalam menetapkan dan mengumumkan "Peraturan Kualifikasi dan Rekrutmen Guru Bahasa Suku Penduduk Adat di SMA dan di Bawahnya", yang memberikan dasar hukum yang jelas bagi perekrutan guru bahasa suku purna waktu sejak Agustus 2018.

Sejak peraturan tersebut diberlakukan, jumlah guru bahasa suku penduduk adat purna waktu yang terlibat dalam pelestarian bahasa suku penduduk adat terus meningkat secara stabil. Pada tahun ajaran 2018, MOE pertama kali memberikan subsidi kepada 13 kabupaten/kota untuk mempekerjakan 112 guru bahasa suku penduduk adat purna waktu. Hingga tahun ajaran 2024, jumlah ini meningkat menjadi 252 guru di 16 kabupaten/kota.

Chen Zhen-wei (陳振威), seorang guru bahasa suku penduduk adat yang telah lama mengajar bahasa Atayal, mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa mendampingi siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah untuk belajar bahasa suku penduduk adat. Melalui tulisan dan percakapan, ia berupaya memperkuat identitas etnis siswa. Dengan kesadaran mendalam akan pentingnya pelestarian bahasa, ia menekankan, "Jika bahasa punah, maka suku pun ikut punah," dan berharap bahasa suku penduduk adat dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Komentar

Terbarumore