(Taiwan, ROC) --- Harga emas internasional belakangan ini terus mencatat rekor tertinggi. Harga emas pernah mencapai US$3.057.51 per ons, dan saat ini terus berfluktuasi di atas level US$3.000.
Namun, laporan terbaru dari perusahaan finansial Prancis, Société Générale, menunjukkan bahwa karena pengaruh risiko geopolitik, membuat bank-bank sentral di berbagai negara mempercepat proses dedolarisasi, yang mungkin akan mendorong harga emas ke titik yang lebih tinggi lagi.
Société Générale baru-baru ini merilis strategi portofolio multi aset untuk kuartal kedua, juga terus memandang emas sebagai aset inti dalam portofolio dengan alokasi sebesar 7%, menjadikannya sebagai komoditas dengan bobot kepemilikan tertinggi di bank tersebut.
Laporan tersebut menunjukkan bahwa ketidakpastian geopolitik semakin menonjolkan karakteristik moneter emas, dan investor harus memandangnya sebagai aset defensif yang penting.

Harga emas pernah mencapai US$3.057.51 per ons, dan saat ini terus berfluktuasi di atas level US$3.000. 圖:PIXABAY
Analisis bank tersebut memperkirakan harga rata-rata emas akan bertahan sekitar US$3.300 per ons pada kuartal pertama 2025, terutama didorong oleh ketegangan politik global.
Laporan tersebut lebih lanjut menekankan bahwa seiring dengan percepatan tren dedolarisasi, membuat bank-bank sentral global mungkin akan terus meningkatkan kepemilikan emas sebagai aset cadangan untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat.
Analis perusahaan tersebut bahkan memperkirakan bahwa harga emas bisa melonjak hingga mencapai US$4.000 per ons jika aset Bank Sentral Rusia yang dibekukan senilai €210 miliar (setara NT$7,4 triliun) dialihkan untuk mendukung Ukraina.
Para pakar menyatakan bahwa situasi internasional saat ini masih bergejolak, dengan konflik Rusia Ukraina, serta ketegangan hubungan AS dengan Tiongkok, dan ketidakstabilan kawasan Timur Tengah. Faktor-faktor di atas ditengarai dapat mendorong para investor mencari aset yang lebih aman untuk melindungi nilai harta mereka.
Emas, sebagai alat penyimpan nilai tradisional, yang mana ini menjadi pilihan utama bank sentral dan lembaga investasi di berbagai negara.

Analisis bank tersebut memperkirakan harga rata-rata emas akan bertahan sekitar US$3.300 per ons pada kuartal pertama 2025, terutama didorong oleh ketegangan politik global. 圖:PIXABAY
Yang patut diperhatikan, laporan tersebut menunjukkan bahwa jika negara-negara Eropa dan AS memutuskan untuk menggunakan aset Bank Sentral Rusia yang dibekukan senilai €210 miliar untuk mendukung Ukraina, hal ini akan menciptakan preseden penting dalam sejarah keuangan internasional.
Ini mungkin akan mendorong negara-negara non-Barat untuk mempercepat dedolarisasi cadangan bank sentral mereka untuk mengurangi risiko kerugian finansial akibat sanksi internasional di masa depan.
Secara keseluruhan, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian lingkungan politik dan ekonomi global, serta meningkatnya permintaan cadangan emas dari bank-bank sentral, tren kenaikan harga emas masih memiliki dukungan kuat.
Meskipun harga mungkin mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, tetapi secara jangka panjang, pasar umumnya percaya bahwa harga emas masih memiliki potensi untuk naik lebih lanjut.
Analis menyarankan investor untuk mengalokasikan emas secara tepat sebagai aset defensif dalam portofolio mereka untuk menghadapi kemungkinan risiko pasar dan perubahan kebijakan moneter.