History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Tingkat Kematian Mencapai 60%! CDC Mengingatkan Waspada Gigitan Binatang Ini Saat Ziarah Kubur Festival Qingming

  • 27 March, 2025
  • 尤繼富
Tingkat Kematian Mencapai 60%! CDC Mengingatkan Waspada Gigitan Binatang Ini Saat Ziarah Kubur Festival Qingming
Tingkat Kematian Mencapai 60%! CDC Mengingatkan Waspada Gigitan Binatang Ini Saat Ziarah Kubur Festival Qingming 圖: 疾管署

(Taiwan, ROC) --- Otoritas Taiwan Centers for Disease Control (CDC) yang dinaungi oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) mengumumkan bahwa tahun ini telah tercatat 9 kasus penyakit scrub typhus di seluruh Taiwan, dengan kasus terbanyak terjadi di Hualien dan Taitung.

Menurut Halodoc, scrub typhus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi satu atau lebih bakteri riketsia.

CDC mengingatkan masyarakat untuk menerapkan perlindungan diri saat berziarah kubur atau berwisata ke alam terbuka, karena jika gigitan tungau tidak diobati dengan tepat, maka tingkat kematiannya bisa mencapai 60%.

Di Taiwan, kasus scrub typhus terjadi sepanjang tahun. Data historis menunjukkan jumlah laporan mulai meningkat dari April hingga Mei, mencapai puncaknya pada Juni hingga Juli, dengan kasus infeksi lebih banyak terjadi di wilayah timur dan pulau-pulau terluar.

Wakil Direktur CDC, Tseng Shu-hui (曾淑慧), menyatakan bahwa tahun ini telah tercatat 9 kasus scrub typhus, dengan rincian 3 kasus masing-masing di Hualien dan Taitung, 1 kasus masing-masing di Kaohsiung dan Taichung, serta 1 kasus yang lokasi infeksinya sulit dipastikan.

Jumlah kasus tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2021 hingga 2024 yang berkisar antara 16 hingga 30 kasus.

Penyakit scrub typhus ditularkan melalui gigitan tungau yang membawa riketsia. Tungau tinggal di rerumputan, menunggu kesempatan untuk menempel pada manusia atau hewan yang lewat. Inang diserang oleh larva tungau yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang dan dapat menularkan penyakit, terinfeksi riketsia melalui air liurnya, tetapi tidak dapat menular langsung dari manusia ke manusia.

Gejala klinis meliputi demam tinggi, sakit kepala, sakit punggung, menggigil, berkeringat di malam hari, pembengkakan kelenjar getah bening, dan bekas gigitan tungau yang tidak sakit akan menghitam.

Setelah 1 minggu, ruam merah muncul di kulit, kadang-kadang dapat berkomplikasi menjadi pneumonia atau gangguan fungsi hati. Pada pasien yang tidak mendapat pengobatan yang tepat, maka tingkat kematian dapat mencapai 60%.

Tseng Shu-hui mengingatkan, saat masyarakat pergi berziarah kubur atau melakukan kegiatan luar ruangan seperti hiking, jika bersentuhan dengan lingkungan berumput, pastikan untuk mengambil tindakan perlindungan diri, termasuk mengenakan pakaian lengan panjang dan celana berwarna terang, sarung tangan, kaus kaki panjang dan sepatu bot pelindung, memasukkan ujung celana ke dalam kaus kaki, serta menggunakan obat anti nyamuk yang disetujui pemerintah yang mengandung DEET, Picaridin atau IR3535 pada pakaian dan bagian kulit yang terbuka.

Selain itu, Tseng Shu-hui menunjukkan, setelah meninggalkan lingkungan berumput, segera mandi dan ganti semua pakaian, serta periksa seluruh tubuh apakah ada serangga yang menempel atau bekas gigitan. Jika ada dugaan infeksi atau gejala, segera cari bantuan medis dan informasikan riwayat aktivitas kepada dokter.

Komentar

Terbarumore