History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

PBB Memperingatkan: Pemotongan Bantuan Internasional Sebabkan Tingkat Kematian Anak

  • 25 March, 2025
  • 曾秀情
PBB Memperingatkan: Pemotongan Bantuan Internasional Sebabkan Tingkat Kematian Anak
PBB Memperingatkan Pemotongan Bantuan Internasional Sebabkan Tingkat Kematian Anak. (Sumber Foto; UNICEF)

(Taiwan, ROC) -- Persatuan Bangsa-Bangsa pada tanggal 24 Maret memperingatkan, pemotongan bantuan internasional dapat menghambat kemajuan dalam memerangi kematian anak selama puluhan tahun atau bahkan mengakibatkan kemunduran.

Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan World Bank memberikan laporan tahunan, meskipun tidak menyebutkan nama Amerika Serikat, tetapi kebijakan dari pemerintah Donald Trump yang menghapus Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) yang mana anggaran tahunan dari USAID berkisar US$42,8 milyar.

Wakil Ketua UNICEF, Fouzia Shafique memberitahukan Agence France-Presse (AFP), “Komunitas kesehatan global sangat prihatin dengan situasi apa yang kita lihat.” Laporan ini memperingatkan, negara-negara dengan tingkata kematian anak dan bayi paling tinggi seperti Afrika sub-Sahara dan Asia Selatan yang mengalami pemotongan bantuan yang paling parah

Laporan tahun 2023 mengemukakan, tingkat kematian bayi dan anak di bawah usia 5 tahun terus mengalami penurunan, jumlah kematian mencapai 4,8 juta jiwa, di antaranya ada 2,3 juta adalah bayi baru lahir atau kurang dari 1 bulan.

Kemajuan untuk memerangi kematian bayi dan anak mengalami perlambantan sejak tahun 2015, terlebih setelah dana anggaran dialihkan untuk pemberantasan pandemi COVID-19, dan ini juga menjadi petanda awal dari bahaya.

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell dalam sebuah pernyataan mengemukakan, “Menurunkan angka kematian anak yang dapat dicegah ke tingkat terendah yang pernah ada merupakan pencapaian yang luar biasa, tetapi tanpa pilihan kebijakan yang tepat dan investasi yang memadai, kita berisiko membalikkan pencapaian yang telah susah payah dicapai ini.”

Catherine Russell menambahkan, “Kita tidak boleh membiarkan situasi ini terjadi.”

Komentar

Terbarumore