(Taiwan, ROC) - Latihan ketahanan pertahanan sipil pertama di Taiwan akan diadakan di Tainan pada hari Kamis untuk menguji kemampuan tanggap darurat tentara nasional dan masyarakat secara keseluruhan.
Latihan ini akan dibagi menjadi dua bagian dan akan secara bersamaan mengadakan pelatihan seperti evakuasi masyarakat dalam skala besar, respons tempat penampungan dan akomodasi, tanggap darurat terhadap fasilitas-fasilitas utama, dan perluasan fasilitas medis darurat.
Pejabat keamanan nasional menunjukkan bahwa latihan ini adalah yang pertama di Taiwan yang sejalan dengan kebijakan ketahanan penuh dan memperluas perawatan medis darurat, juga merupakan latihan regional komprehensif yang pertama.
Melanjutkan skenario simulasi latihan militer tahun lalu, dengan menyiapkan skenario bencana yang kompleks berupa bencana alam seperti ledakan infrastruktur utama, gempa bumi dan tsunami, latihan kali ini akan menampilkan tiga karakteristik dan diharapkan dapat mengidentifikasi masalah dalam praktiknya, yakni kemampuan untuk mengandalkan tenaga sipil, integrasi sumber daya dari daerah dan kota tetangga, dan mobilisasi kerja sama pencegahan bencana masyarakat.
Pejabat keamanan nasional menunjukkan bahwa di masa lalu, ketika bencana terjadi, pihak militer selalu mengendalikan rakyat, tetapi yang lebih penting adalah bantuan rakyat pada militer. Oleh karena itu, pihak militer tidak berpartisipasi dalam latihan ini dan sumber daya militer tidak digunakan semaksimal mungkin selain meminjamkan tim Forward Resuscitative and Surgical Detachment (FRSD).
Untuk diketahui, latihan ketahanan perkotaan di Taiwan akan diadakan dari bulan April hingga Juli, menggabungkan dua latihan sebelumnya yakni Wan An dan Min An, memusatkan perhatian pada respons sipil; sedangkan latihan militer skala besar Han Kuang akan diselenggarakan pada bulan Juli, berfokus pada bagian militer.