(Taiwan, ROC) - Presiden Lai Ching-te (賴清德) menegaskan bahwa kebijakan "Enam Anak Panah Hakka" yang ia usulkan di masa lalu telah mencapai hasil awal setelah diupayakan hampir satu tahun, sementara pemerintah juga terus berusaha meningkatkan visibilitas budaya Hakka di dunia melalui berbagai media dan platform internasional, dan mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dengan pemerintah agar budaya Hakka dapat terus diwariskan dan diinovasi menjadi harta karun multikulturalisme global.
Saat menemui anggota Asosiasi Aliansi Hakka Taiwan di Istana Kepresidenan pada tanggal 24, Presiden Lai pertama-tama menyampaikan terima kasihnya yang tulus atas dukungan aliansi dalam bersama-sama menyusun cetak biru untuk pengembangan Hakka.
Menurut Lai, ia mengusulkan kebijakan "Enam Anak Panah Hakka" selama kampanye pemilihannya, yang meliputi isu publik, makanan, kaum pemuda, kreativitas, perkembangan regional dan internasional, dengan harapan menjadikan budaya Hakka sebagai budaya dunia.
Setelah hampir satu tahun upaya, kebijakan "Enam Anak Panah Hakka" telah mencapai hasil awal, lanjut Lai, termasuk dikembangkannya metode input Hakka untuk ponsel dan komputer, menciptakan merek makanan Hakka "Ha-Food", mengadakan pengarahan dan memberikan subsidi kewirausahaan bagi warga Hakka yang kembali ke pedesaan, dan di masa mendatang akan membentuk Komite Penasihat Pemuda Hakka dan mengadakan "Kamp Pertukaran Pemuda Hakka Dalam dan Luar Negeri".
Presiden Lai juga menyenggol tentang lomba sepeda "Tour de Taiwan 2025" di mana dua pemberhentian dalam rutenya adalah desa Hakka, yang diharapkan dapat memperkenalkan pemandangan alam dan pesona unik desa-desa Hakka di Taiwan kepada dunia.
Ia menekankan bahwa mempromosikan budaya Hakka memerlukan upaya bersama dari masyarakat dan pemerintah.
Presiden Lai mengatakan, "Kami juga bekerja sama dengan saluran internasional Discovery untuk memproduksi dan menyiarkan program khusus memperkenalkan perkembangan terbaru di kawasan Liudui, dan mempromosikan bahasa dan budaya Hakka melalui berbagai platform media untuk meningkatkan visibilitas budaya Hakka di dunia. Semua upaya untuk merevitalisasi budaya Hakka memerlukan upaya bersama dari sektor swasta dan pemerintah untuk mencapai efek terbesar."
Terakhir, kepala negara sekali lagi mengucapkan terima kasih atas kontribusi Dewan Urusan Hakka dan organisasi Hakka, dan mengajak semua pihak untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam terus mempromosikan pewarisan dan inovasi budaya Hakka, dengan harapan semakin banyak orang dapat mengenal dan menyukai Hakka, serta menjadikan Hakka sebagai harta karun multikulturalisme global.