History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

MOI Revisi UU Wajib Militer, Memasukkan Layanan Militer Alternatif ke Sistem Pertahanan Sipil

  • 24 March, 2025
  • 陳志勇
MOI Revisi UU Wajib Militer, Memasukkan Layanan Militer Alternatif ke Sistem Pertahanan Sipil
Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳)

(Taiwan, ROC) - Kementerian Dalam Negeri (MOI) mengumumkan amandemen terhadap "Langkah-langkah Implementasi Perekrutan Prajurit Militer Pria untuk Layanan Alternatif setelah Menyelesaikan Wajib Militer", dengan melonggarkan tahun, hari, dan frekuensi panggilan untuk layanan militer alternatif.

Menteri Dalam Negeri Liu Shyh-fang (劉世芳) mengatakan dalam sebuah wawancara di Yuan Legislatif pada hari Senin bahwa revisi persyaratan wajib militer kali ini dilaksanakan setelah berdiskusi dengan Kementerian Pertahanan Nasional (MND), mengingat kesimpulan bahwa wajib militer telah dikembalikan ke masa satu tahun pada tahun 2022, dan bahwa layanan militer alternatif akan dimasukkan dalam sistem pertahanan sipil, dibagi menjadi "panggilan pelatihan" yang dilaksanakan selama masa damai, dan "panggilan tugas" yang dilaksanakan dalam situasi darurat atau masa perang.

Liu menerangkan, setelah layanan militer alternatif masuk dalam sistem pertahanan sipil, sub-undang-undang yang relevan akan direvisi dan diumumkan setelah berdiskusi dengan MND.

Menteri Liu mengatakan, "Pemberitahuan umum sub-undang-undang saat ini didasarkan pada instruksi dari Yuan Eksekutif pada tahun 2022. Saat itu, UU tentang kewajiban militer memperpanjang masa wajib menjadi satu tahun, dan layanan alternatif dimasukkan dalam sistem pertahanan sipil. Jadi setelah berdiskusi dengan MND, kami mengumumkan pemberitahuan umum sub-undang-undang tersebut pada tanggal 17 Maret. Isi sub-undang-undang tersebut tetap sama. Apakah layanan alternatif termasuk tenaga cadangan atau aktif, atau tenaga pertahanan sipil, termasuk untuk bantuan bencana, atau mobilisasi darurat bila diperlukan, kami akan membuat pengaturan yang tepat."

Menurut UU baru, panggilan untuk pelatihan akan dilaksanakan dalam waktu delapan tahun setelah pensiunnya prajurit wajib militer cadangan, dibatasi satu kali setahun dan setiap pemanggilan tidak akan berlangsung lebih dari satu hari; sedangkan setiap panggilan untuk tugas tidak akan berlangsung lebih dari 30 hari, dan dapat diperpanjang satu kali jika diperlukan. Jumlah total hari pemanggilan untuk tugas sepanjang tahun tidak akan melebihi 60 hari. Tapi, jika diperlukan, MOI dapat menambah tahun, frekuensi, dan jumlah hari sesuai kebutuhan.

Komentar

Terbarumore