History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kasus Pembajakan Akun LINE Naik 80%, LINE Ingatkan 3 Modus Penipuan

  • 22 March, 2025
  • 許秀玉
Kasus Pembajakan Akun LINE Naik 80%, LINE Ingatkan 3 Modus Penipuan
Kasus Pembajakan Akun LINE Naik 80%, LINE Ingatkan 3 Modus Penipuan / foto: LINE

(Taiwan, ROC) – Aplikasi pesan LINE melaporkan bahwa sejak awal Maret hingga saat ini, jumlah laporan pengguna ke layanan pelanggan terkait akun yang dibajak meningkat 80% dibandingkan periode yang sama pada Februari. Dari kasus yang dilaporkan, terdapat tiga metode utama yang digunakan oleh pelaku untuk mencuri akun, yaitu “phishing akun,” “pembajakan nomor telepon,” dan “pembajakan versi komputer”.

Pihak LINE menyarankan bahwa jika pengguna mengetahui akun mereka telah dibajak, mereka harus segera melaporkannya melalui situs layanan pelanggan dengan memilih opsi "Tidak masuk dan lanjutkan operasi", lalu mengisi formulir yang tersedia. Tim layanan pelanggan akan merespons dalam 24 jam untuk menonaktifkan akun yang dicuri, serta membantu pengguna mendaftar akun baru dan mentransfer produk berbayar yang masih berlaku.

Dalam siaran persnya, LINE menyebutkan, modus pembajakan utama adalah “phising”. Modus ini dilakukan dengan mengelabui korban agar masuk ke halaman palsu. Pelaku biasanya menggunakan alasan, seperti “bantu voting hewan peliharaan kami” atau “bantu voting hasil karya anak-anak”. Saat korban mengklik tautan yang diberikan, mereka akan diarahkan ke halaman login LINE palsu yang meminta nomor telepon, kata sandi, dan kode verifikasi SMS. Saat itulah akun akan dibajak.

LINE mengingatkan, jika ada halaman login LINE yang meminta “kode verifikasi SMS” atau memiliki “opsi pindah akun”, itu pasti phishing.

Modus kedua yang umum dijumpai adalah “pembajakan nomor telepon”. Pelaku biasanya memasang iklan palsu seperti “lowongan kerja sampingan online” di media sosial dan meminta korban memberikan nomor telepon mereka. Setelahnya, pelaku akan mengelabui korban agar memberikan kode verifikasi LINE yang dikirim via SMS. Dengan kode ini, pelaku dapat mendaftarkan akun LINE dengan nomor korban, memasukkan kode verifikasi, dan mengambil alih akun tersebut.

LINE mengingatkan pengguna bahwa selama tidak membagikan kode verifikasi SMS LINE kepada siapa pun, akun tidak akan bisa dibajak.

Selanjutnya adalah modus “pembajakan versi komputer”. Pelaku kejahatan menggunakan trik, seperti "tambahkan teman untuk mendapatkan koin game gratis" dan memberikan kode QR palsu agar korban memindainya. Setelah dipindai, pelaku dapat menggunakan akun korban untuk mengirim spam dalam jumlah besar atau bahkan melakukan penipuan.

LINE mengungkapkan bahwa jika pengguna menerima notifikasi dari sistem LINE tentang login di perangkat lain yang tidak dikenali, mereka dapat segera mengeluarkan akun dari perangkat tersebut melalui tautan yang tercantum dalam notifikasi.

Komentar

Terbarumore