(Taiwan, ROC) --- Otoritas Food and Drug Administration (FDA) mengumumkan hasil pemeriksaan perbatasan terbaru, di mana ditemukan bahwa bumbu mi instan seafood impor dari Vietnam mengandung etilen oksida, zat yang termasuk karsinogen kelas 1, dengan total 756 kg dan harus dikembalikan untuk dimusnahkan sesuai peraturan.
Dilansir dari media EBC News, ditemukan bahwa beberapa toko makanan Asia Tenggara masih menjualnya. Meskipun bukan dari batch yang sama, dikhawatirkan produk tersebut sudah beredar di pasaran.
FDA menemukan bahwa bumbu dari salah satu produk mi instan seafood Vietnam mengandung etilen oksida, zat kimia yang telah diklasifikasikan sebagai karsinogen kelas 1 di Taiwan dan tidak boleh terdeteksi dalam produk impor.
FDA mengumumkan daftar produk yang tidak memenuhi syarat dalam pemeriksaan di pintu perbatasan Taiwan, termasuk mi instan seafood Vietnam yang memiliki residu pestisida melebihi batas, dengan total 756 kg yang harus dikembalikan dan dimusnahkan sesuai peraturan.
Namun, ketika mengunjungi toko makanan Asia Tenggara di Taipei, di antara berbagai mi instan impor yang dipajang, produk tersebut masih terlihat di rak dan belum ditarik.
FDA mengumumkan bahwa bumbu mi instan seafood impor dari Vietnam mengandung etilen oksida, zat yang termasuk karsinogen kelas 1, dengan total 756 kg dan harus dikembalikan untuk dimusnahkan sesuai peraturan. 圖:三立新聞
"Bukankah Taiwan sudah mengumumkan bahwa produk ini mengandung zat karsinogen? Kami selalu mengikuti informasi dari pemerintah untuk menentukan apa yang boleh dibeli," ujar salah satu warga.
Meskipun dari batch yang berbeda, mi instan yang mencurigakan ini masih dijual di rak toko, membuat konsumen khawatir tentang berapa banyak produk yang mungkin sudah beredar di pasaran.
Dokter di Taiwan memperingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan produk mi instan dengan nomor batch lain juga sudah terkontaminasi etilen oksida, dan menyarankan agar semua produk segera ditarik dari peredaran.
Kepala Pusat Toksikologi Klinis Rumah Sakit Chang Gung Linkou, Yen Tzung-hai (顏宗海) mengatakan, "Senyawa etilen oksida ini digunakan dalam industri, terutama sebagai disinfektan. Jika terpapar etilen oksida dalam jangka panjang, akan meningkatkan risiko leukemia."
Di samping itu, bubuk cabai dari produk mi instan Vietnam tersebut juga ditemukan mengandung pewarna ilegal Sudan IV, dengan total 7.500 kg, semuanya dimusnahkan di perbatasan. Meskipun telah dimusnahkan segera, mi instan seafood masih bisa dibeli baik di toko fisik maupun platform online.