(Taiwan, ROC) --- Pada Rabu hari ini (19/3), Kementerian Pertahanan Nasional melaporkan "Tinjauan Pertahanan Empat Tahunan" di Yuan Legislatif. Laporan tersebut menetapkan bahwa strategi militer Taiwan akan berfokus pada "Pertahanan Kokoh dan Pencegahan Berlapis", dan untuk pertama kalinya mencakup bab khusus yang menjelaskan arah reformasi pertahanan masa depan serta tujuan kerja sama militer Taiwan AS.
Sesuai dengan undang-undang pertahanan, MND menyampaikan "Tinjauan Pertahanan Empat Tahunan" dan memberikan laporan ke Komite Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Yuan Legislatif.
Direktur Jenderal Evaluasi Terpadu MND, Miao Hui-fen (苗蕙芬), menyatakan dalam laporannya bahwa strategi militer masa depan Taiwan akan berfokus pada Pertahanan Kokoh dan Pencegahan Berlapis, memanfaatkan keunggulan geografis pertahanan, dan mengembangkan kesigapan tempur Penolakan Multi-domain dan Pertahanan Tangguh.
Miao Hui-fen menjelaskan bahwa MND telah menetapkan 5 tujuan strategis pertahanan, termasuk Meningkatkan Kekuatan Pertahanan, Memperkuat Pertahanan Menyeluruh, Memperbarui Urusan Pertahanan, Meningkatkan Efektivitas Organisasi, Mendorong Kemandirian Pertahanan, Menciptakan Manfaat Win-win, Mendukung Pencegahan Bencana, Melindungi Kesejahteraan Rakyat dan Memperkuat Kerja Sama Strategis, Bersama Menjaga Perdamaian Regional.
Isi laporan tidak hanya menekankan tantangan Taiwan dalam perubahan strategis global, tetapi juga menyoroti posisi kunci Taiwan dalam geostrategi Indo-Pasifik.
Laporan kali ini untuk pertama kalinya menekankan prioritas Reformasi Pertahanan dalam bab khusus, yang dibagi menjadi beberapa bagian yaitu Stabilitas dan Alokasi Anggaran yang Tepat, Penerapan Teknologi Inovatif, Kemandirian Pertahanan dan Diversifikasi Akuisisi Persenjataan, Pembinaan dan Retensi Tenaga Profesional, serta Manajemen Pasukan Modern.
Miao Hui-fen mengatakan, "Anggaran pertahanan secara keseluruhan terus meningkat secara bertahap, dan sesuai hukum telah dialokasikan anggaran khusus, dengan target mencapai lebih dari 3% dari PDB. Mengadopsi teknologi matang dari industri untuk mempersingkat waktu penelitian dan pengembangan, mempercepat transformasi dan penerapan militer, secara aktif membangun kekuatan pertahanan yang lebih kompetitif. Manajemen pasukan berdasarkan prinsip mengutamakan manusia, mendorong penyederhanaan administrasi, meningkatkan kualitas fasilitas tempat tinggal personel militer, serta meningkatkan kesejahteraan."
Selain itu, mengenai kerja sama internasional, laporan tersebut secara khusus menjelaskan dalam bab tersendiri, menekankan pendalaman kerja sama bilateral melalui dialog kebijakan dengan AS, penjualan militer, penelitian ilmiah, dan kerja sama industri pertahanan. Serta membangun mekanisme kerja sama dengan negara-negara sekutu dalam bidang penanganan zona abu-abu, ancaman perang kognitif, dan pembentukan rantai pasokan non-Tiongkok.