History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Musim Dingin Enggan Pergi! Salju Turun di Bulan Maret, Puskesmas Xiuluan di Hsinchu Membuat Boneka Salju

  • 19 March, 2025
  • 陳柏萇
Musim Dingin Enggan Pergi! Salju Turun di Bulan Maret, Puskesmas Xiuluan di Hsinchu Membuat Boneka Salju
(Sumber foto: MMH)

(Taiwan, ROC) – Besok (20/3) adalah “titik balik musim semi” (Chunfen / 春分), yang seharusnya menandakan cuaca hangat dengan bunga-bunga bermekaran. Namun, gelombang udara dingin kali ini benar-benar tidak sesuai dengan prediksi. Di kawasan Jianshi, Kabupaten Hsinchu, salju di musim semi justru turun. Warga setempat yang terbangun dari tidur dikejutkan dengan pemandangan dunia yang diselimuti putih salju, menghadirkan rasa kagum sekaligus keterkejutan.

Namun, pemandangan salju yang indah ini juga membawa berbagai tantangan. Kasus pilek dan asma meningkat drastis, tanaman pertanian rusak karena membeku, bahkan “”ayam-ayam pun kedingindinan hingga berhenti bertelur!”.

RS Memorial MacKay sejak tahun 2001 telah menempatkan tenaga medis di Puskesmas Xiuluan yang bertempatkan di kawasan Jianshi. Selama 24 tahun, mereka terus mengirimkan tenaga medis guna memberikan layanan kesehatan keliling dan perhatian kepada para lansia. Pihak RS pada hari ini (19/3) membagikan kondisi terbaru di Puskesmas Xiuiluan, di mana setelah semalam turun salju, seluruh desa dikabarkan tertutup salju putih, bahkan warga pun bisa membuat boneka salju kecil.

Perawat Jiang Jin-hua (江金花) dari Puskesmas Xiuluan mengemukakan, suhu udara dalam dua hari terakhir berada di sekitar angka 2°C dengan kelembapan lebih dari 80%, sehingga kemungkinan turun salju pada malam hari sangat tinggi. Saat bangun pagi, seluruh area tampak putih berselimut salju. Menurutnya, musim dingin kali ini benar-benar terlalu dingin dan berlangsung terlalu lama!

Yang paling membuat warga merasa pasrah adalah bibit-bibit tanaman yang ditanam setelah Tahun Baru Imlek, saat suhu mulai menghangat, serta bunga-bunga yang siap mekar, tidak mampu bertahan menghadapi salju yang datang secara tiba-tiba ini, dan pada akhirnya pun layu. Bahkan, ada warga yang datang ke puskesmas sambil berseru, “Sangat dingin, sampai ayam pun tidak mau bertelur!”

Jiang Jin-hua (江金花) menunjukkan, suhu udara akan semakin rendah saat malam tiba selama gelombang udara dingin ini. Saat bangun tidur pada pagi hari, pemandangan yang terlihat adalah hamparan salju putih. Biasanya, salju mulai mencair menjelang siang ketika suhu sedikit menghangat, sehingga kondisi jalan baru menjadi lebih aman untuk dilalui. Pasien dengan penyakit kronis yang hendak mengambil obat juga kebanyakan datang ke puskesmas pada sore hari. Dirinya menambahkan ini adalah pemandangan yang langka, karena dalam beberapa tahun terakhir sangat jarang sekali bisa melihat salju di bulan Maret.

Jiang menyampaikan bahwa jumlah orang yang terkena flu dalam beberapa hari terakhir ini meningkat drastis, hampir setiap rumah tangga memiliki anggota keluarga yang jatuh sakit, baik orang dewasa maupun anak-anak. Pasien asma juga sangat terpengaruh oleh perubahan suhu yang ekstrem ini. Meskipun mereka rutin minum obat, tetapi serangan asma masih bisa terjadi secara tiba-tiba, sehingga mereka harus segera ke puskesmas untuk mendapatkan pertolongan.

Selain itu, di daerah pegunungan, gas sangat sulit untuk dinyalakan, sehingga banyak warga mengandalkan kayu bakar untuk menghangatkan diri atau merebus air. Jika kurang berhati-hati, mereka berisiko mengalami luka bakar, yang membuat dokter dan perawat di puskesmas semakin sibuk. Perawat Jiang menambahkan bahwa gelombang udara dingin kali ini sangat dahsyat, dan ia berharap semua orang dapat melewati masa sulit ini dengan selamat, serta segera kembali ke kehidupan normal.

明天就是「春分」,原本應該春暖花開,但這波冷氣團卻完全不按劇本來,新竹縣尖石鄉竟然飄起春雪。(馬偕醫院提供)

(馬偕醫院提供)

Komentar

Terbarumore