History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

KDEI Taipei Gelar Bukber, Umumkan Jadwal Salat Ied di Taipei & Soroti Isu Pernikahan Siri

  • 15 March, 2025
  • 許秀玉
KDEI Taipei Gelar Bukber,  Umumkan Jadwal Salat Ied di Taipei & Soroti Isu Pernikahan Siri

(Taiwan, ROC) -- Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei menggelar acara buka puasa bersama yang dihadiri oleh sekitar 50 organisasi, influencer, Pekerja Migran Indonesia (PMI), dan media. Beberapa media dan organisasi yang turut hadir dalam acara ini antara lain Radio Taiwan International, Indonesian Diaspora Network (IDN), Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Taiwan (PCINU), Persatuan Pelajar Indonesia di Taiwan (Perpita), Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), dll. Acara ini berlangsung di Gedung Pameran KDEI Taipei pada 14 Maret pukul 18.00 waktu setempat.

Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei Arif Sulistiyo, menyoroti beberapa isu penting yang dihadapi oleh PMI di Taiwan. Salah satu poin utama yang ditekankan adalah pentingnya menjaga keselamatan saat bekerja.

Tahun 2025 ini, jumlah PMI yang meninggal dari Januari sampai hari ini (14 Maret) sudah 24 orang,” ujar Arif Sulistiyo.

Beliau mengingatkan agar PMI selalu mengikuti standar operasional prosedur (SOP) dan menggunakan alat keselamatan kerja untuk mencegah kecelakaan. Selain itu, beliau juga menyoroti masalah lain yang menyebabkan kematian PMI, seperti penggunaan narkoba dan minuman oplosan.

Dalam kesempatan yang sama, beliau juga menegaskan bahwa praktik pernikahan siri di Taiwan menjadi perhatian serius. Beliau mengimbau para penghulu yang menikahkan WNI secara siri agar menghentikan aktivitas tersebut karena dianggap sebagai bentuk pekerjaan di luar izin kerja.

“Ternyata, Ditjen Imigrasi sudah meng-capture pergerakan-pergerakan nikah siri. Orang-orangnya itu sudah dipetakan.”
"Para mudin-mudin (penghulu) itu, ternyata Imigrasi sudah punya fotonya, yang siap untuk ditangkap," 
ujarnya.

KDEI berencana menggelar acara pernikahan massal yang sah secara hukum dan agama pada bulan Agustus mendatang. Hal ini dilakukan untuk mengurangi dampak sosial yang ditimbulkan oleh pernikahan siri, termasuk meningkatnya jumlah anak-anak yang tidak memiliki status hukum yang jelas. Saat ini, Panti Asuhan Harmoni Taiwan menampung 149 anak yang sebagian besar merupakan hasil dari pernikahan siri.

Selain membahas isu-isu tersebut, KDEI juga mengumumkan kerja sama dengan PCINU Taiwan dan Pemerintah Kota Taipei untuk mengadakan salat Idul Fitri di Sun Yat-sen Memorial Hall. Lokasi ini dipilih karena mampu menampung hingga 20.000 jamaah, dibandingkan dengan lokasi sebelumnya di Taman 228 yang hanya bisa menampung 1.500 orang per kloter sehingga harus dibagi menjadi enam sesi.

Salat Idul Fitri akan diselenggarakan pada 31 Maret 2025 pukul 07:30 waktu setempat, dengan mengundang Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an (將萬安), sebagai tamu kehormatan.

Dengan adanya acara buka puasa ini, KDEI berharap dapat mempererat silaturahmi orang-orang Indonesia di Taiwan serta meningkatkan kesadaran akan isu-isu yang mempengaruhi komunitas PMI.

 

Komentar

Terbarumore