History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

FDA Tetapkan Standar Baru untuk Residu Pestisida pada Anggur dan Produk Lain

  • 15 March, 2025
  • 李珮菁
FDA Tetapkan Standar Baru untuk Residu Pestisida pada Anggur dan Produk Lain
Produk-produk pertanian di supermarket Taiwan (foto: CNA)

(Taiwan, ROC) -- Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Taiwan pada 11 Maret mengumumkan revisi standar batas residu pestisida, dengan menambahkan dan mengubah ketentuan mengenai 32 jenis pestisida dan insektisida pada 100 jenis hasil pertanian. Perubahan ini mencakup penetapan standar residu pestisida untuk anggur impor dan domestik, serta pelarangan penggunaan "prothiofos". Ketentuan ini mulai berlaku sejak 11 Maret.

Setiap negara memiliki perbedaan dalam penggunaan pestisida karena faktor lingkungan, kebiasaan, serta perkembangan zaman. FDA sebelumnya telah mengumumkan revisi standar residu pestisida pada 13 Desember tahun lalu. Perubahan ini mencakup penyesuaian residu pestisida untuk 32 jenis pestisida dan insektisida pada 100 jenis hasil pertanian, penghapusan batas residu untuk 2 jenis pestisida (termasuk 2,4-D) pada 6 jenis produk pertanian, serta penambahan “prothiofos” dalam daftar pestisida yang dilarang.

Selain itu, Kementerian Pertanian secara independen mengusulkan agar anggur dimasukkan dalam daftar tanaman yang diperbolehkan menggunakan “chlormequat”. Direktorat Jenderal Pengawas Kesehatan Hewan dan Tumbuhan (APHIA) telah menyetujui usulan ini dalam rapat Komisi Konsultasi Pestisida ke-140. Pestisida ini memang digunakan oleh petani dalam negeri, sehingga batas residunya ditetapkan sebesar 0,6 ppm.

Ketua Divisi Makanan FDA Cai Shu-zhen (蔡淑貞) menjelaskan bahwa sebenarnya chlormequat telah disetujui untuk digunakan pada anggur. Namun, ketika Kementerian Ekonomi mengumumkan metode penggunaannya pada tahun 1982, mereka tidak menetapkan batas residu. Hal ini dikarenakan pada masa itu, pestisida dianggap hanya diaplikasikan pada tahap awal budidaya anggur dan tidak akan bertahan hingga masa panen.

Namun, hasil pemantauan menunjukkan bahwa anggur yang ditanam di dalam rumah kaca masih mengandung residu chlormequat. Oleh karena itu, guna memenuhi kebutuhan petani serta memastikan keamanan konsumen, kini diperlukan penetapan batas residu, yang telah ditentukan dalam regulasi saat ini.

FDA akan terus memantau residu pestisida pada produk pertanian yang beredar di pasaran. Jika ditemukan pelanggaran, sanksi akan diberikan sesuai dengan Undang-Undang Keamanan Pangan Pasal 15, dengan denda mulai dari NT$60.000 hingga NT$200 juta. Selain itu, regulasi mengenai batas residu pestisida akan terus diperbarui secara bertahap.

Komentar

Terbarumore