History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Harga Emas Diprediksi Akan Naik Lagi! Analis Memperkirakan Akan Tembus US$3.100 per Ounce

  • 14 March, 2025
  • 尤繼富
Harga Emas Diprediksi Akan Naik Lagi! Analis Memperkirakan Akan Tembus US$3.100 per Ounce
Harga Emas Diprediksi Akan Naik Lagi! Analis Memperkirakan Akan Tembus US$3.100 per Ounce 圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Pada penjualan Rabu kemarin (12/3), harga emas kembali dikarenakan oleh ketidakpastian tarif dan penurunan inflasi, membuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga AS tetap tidak berubah.

Analis juga mengungkapkan bahwa di bawah ketidakpastian pasar dan rencana tarif Donald Trump, harga emas diperkirakan akan mencapai US$3.100 per ounce (sekitar NT$102.000) dalam beberapa bulan mendatang (kemungkinan pada kuartal kedua 2025).

Pada Rabu kemarin (12/3), harga emas naik didorong oleh ketidakpastian tarif dan penurunan inflasi, membuat ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga AS yang tetap tidak berubah.

Analis juga mengungkapkan bahwa di bawah ketidakpastian pasar dan rencana tarif Donald Trump, harga emas diperkirakan akan mencapai US$3.100 per ounce (sekitar NT$102.000) dalam beberapa bulan mendatang (kemungkinan pada kuartal kedua 2025)."

Menurut laporan gabungan media Reuters dan Yahoo Finance News, harga emas spot pada perdagangan Rabu (12/3) naik 0,7% menjadi US$2.935,59 per ounce (sekitar NT$96.000), sementara harga emas berjangka AS ditutup naik 0,9% menjadi US$2.946,80 (sekitar NT$97.000).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Strategi Komoditas TD Securities, Bart Melek, menyatakan bahwa pasar masih khawatir AS akan menaikkan tarif, yang pada akhirnya dapat menyebabkan tingkat inflasi tertentu.

Strategi Komoditas BNP Paribas, David Wilson, menyatakan perusahaannya memperkirakan harga emas akan menembus US$3.000 per ounce (sekitar NT$98.000) untuk pertama kalinya, dan mencapai US$3.100 (sekitar NT$102.000) dalam beberapa bulan ke depan (kemungkinan pada kuartal kedua 2025).

David Wilson menekankan bahwa ancaman tarif dan penyesuaian ulang hubungan internasional yang dikeluarkan oleh pemerintahan Donald Trump telah menambah ketidakpastian makroekonomi dan geopolitik baru, yang memberikan dorongan signifikan bagi emas.

Komentar

Terbarumore