(Taiwan, ROC) --- Insiden keracunan makanan di restoran Polam Kopitian sempat menghebohkan Taiwan pada tahun lalu. Dikarena penyimpanan kwetiau yang tidak tepat, menyebabkan terbentuknya racun "asam bongkrek", mengakibatkan 6 orang meninggal dunia.
Pada Selasa (11/3), Kejaksaan Distrik Taipei mengadakan rapat dan memutuskan untuk memberikan kompensasi kepada keluarga 6 korban, setiap keluarga akan menerima NT$1,8 juta, dengan total mencapai NT$10,8 juta, menciptakan rekor baru kompensasi untuk kasus keamanan pangan domestik.
Pada Maret tahun lalu, terjadi kasus keracunan makanan massal di restoran Polam Kopitiam yang berlokasi di A13, Distrik Xinyi, Kota Taipei. Total 6 orang meninggal akibat penanganan makanan yang tidak tepat, yang menyebabkan keracunan asam bongkrek dan berakhir dengan kegagalan organ, sementara sekitar 29 orang lainnya pulih setelah mendapat perawatan.
Kejaksaan Taipei bersama dengan Biro Kesehatan Kota Taipei, Administrasi Makanan dan Obat-obatan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, dan unit terkait lainnya melakukan investigasi besar-besaran, serta memanggil penanggung jawab restoran Li Fang-hsuan (黎仿軒), manajer bermarga Wang (王姓), dan koki shift reguler bermarga Zhou (周姓) untuk memberikan keterangan.
Investigasi menemukan bahwa saat kejadian, koki utama bermarga Zhou sedang berlibur ke luar negeri, dan digantikan oleh koki bermarga Hu (胡姓) yang biasanya bekerja di cabang Breeze Taipei Station, yang telah bekerja selama 9 hari berturut-turut.
Kasus ini melibatkan 4 terdakwa, jaksa kemudian mengajukan tuntutan terhadap 5 orang termasuk penanggung jawab Li Fang-hsuan berdasarkan UU Keamanan Pangan dan tuduhan pembunuhan karena kelalaian, mengajukan hukuman minimal 4 tahun penjara untuk Li, dan hukuman minimal 4 tahun 2 bulan untuk koki pengganti Hu.
Polam Kopitiam awalnya adalah kedai kopi yang kemudian beralih menjadi restoran vegetarian Malaysia dengan total 5 cabang. Selain toko A13, toko di Pasar Malam Raohe juga pernah dilaporkan ada kasus dugaan keracunan, tetapi setelah pengujian tidak ditemukan bukti terkait.
Keluarga 6 korban, dengan bantuan Asosiasi Perlindungan Korban Kejahatan, mengajukan kompensasi korban kejahatan, dan akhirnya Kejaksaan Taipei memutuskan untuk memberikan kompensasi kepada ahli waris, masing-masing keluarga menerima NT$1,8 juta, dengan total kompensasi mencapai NT$10,8 juta.