(Taiwan, ROC) --- Ketika berbicara tentang barang mewah, kebanyakan orang akan membayangkan tas dan perhiasan dari merek tertentu, termasuk barang antik, mobil mewah dan pesawat pribadi. Situs keuangan AS Invested Wallet baru-baru ini menyatakan bahwa karena pemanasan global, membuat inflasi dan eksploitasi sumber daya berlebihan, sehingga 13 item yang saat ini tampak biasa saja, kemungkinan akan menjadi barang mewah pada tahun 2030.
1. Daging Tradisional (seperti daging sapi, daging babi)
Daging menjadi barang mewah terutama terkait dengan pakan ternak. Cuaca ekstrem mempengaruhi produksi pakan dan meningkatkan biaya peternakan. Ditambah beberapa negara menerapkan pajak tambahan pada produksi daging, menyebabkan harga daging terus meningkat.
2. Kopi
Produsen utama kopi seperti Brasil dan Kolombia juga terkena dampak cuaca ekstrem. Beberapa petani telah berhenti menanam biji kopi. Analis pasar mengungkapkan bahwa permintaan kopi di masyarakat modern meningkat, banyak rantai kedai kopi besar mulai menimbun stok, menyebabkan suasana pasokan pasar semakin tegang.
3. Almond
Industri pertanian almond di California, AS, menghadapi kekurangan air yang menyebabkan petani beralih ke tanaman lain atau menjual lahan mereka. Saat ini pasokan almond menurun tetapi harganya terus naik.
4. Salmon
Banyak orang menyukai salmon, tetapi karena biaya budidaya yang tinggi ditambah masalah pemanasan air laut dan parasit, membuat industri budidaya salmon kesulitan bertahan. Bahkan salmon liar menghadapi krisis alam yang sama, menyebabkan harganya semakin tinggi.
5. Plastik
Plastik, yang sekarang masih umum digunakan, akan menjadi barang mewah karena regulasi lingkungan yang ketat dan peningkatan biaya produksi.
6. Kakao
Perubahan iklim mempengaruhi produksi kakao, membuat cokelat menjadi lebih mahal dan sulit didapat.
7. Vanili
Karena kondisi pertumbuhan yang spesifik dan permintaan tinggi, vanili alami akan semakin mahal.
8. Air
Kelangkaan air bersih akan membuat air minum berkualitas tinggi menjadi barang mewah.
9. Madu
Penurunan populasi lebah dan perubahan iklim akan membuat madu asli semakin langka dan mahal.
10. Plastik Sekali Pakai
Karena biaya produksi tinggi dan keuntungan rendah, banyak negara mulai mengatur penggunaan plastik sekali pakai. Produsen mencari bahan kemasan berkelanjutan, membuat plastik sekali pakai akan semakin langka dan harganya meningkat.
11. Lithium (atau Baterai Lithium)
Biaya lithium tinggi dengan pasokan terbatas. Industri mobil listrik berkembang pesat, dan bahan baku untuk baterai (mobil dan ponsel) tidak bisa ditambang sembarangan. Produsen saling bersaing menawar bahan baku, mempengaruhi harga produk elektronik.
12. Printer dan Cartridge Tinta
Karena perkembangan digitalisasi, perusahaan dan sekolah beralih ke cloud menggantikan kertas. Penggunaan printer dan cartridge menurun drastis. Usaha percetakan kecil akan tutup, dan jika membutuhkan teknologi cetak profesional di masa depan, akan dikenakan biaya tinggi.
13. Gabus Alami (Tutup Gabus)
Hutan gabus di Portugal dan Spanyol memiliki pertumbuhan lambat, butuh 25 tahun sebelum bisa dipanen. Ini menyebabkan kelangkaan pasokan. Sejak 2020, harga tutup gabus telah naik 18%.