(Taiwan, ROC) --- Cyclone Chido menghantam Mayotte, wilayah seberang laut Prancis di Samudera Hindia pada 14 Desember 2024 lalu, merupakan taifun terkuat yang melanda pulau tersebut dalam 90 tahun terakhir. Bencana ini menyebabkan runtuhnya rumah-rumah, pemadaman air dan listrik, serta kekurangan layanan medis dan makanan, segalanya perlu dibangun kembali, dan hingga kini masih dalam proses pemulihan.
Dengan memegang semangat senasib sepenanggungan, pemerintah Taiwan menyumbangkan €250.000 (sekitar NT$9 juta) kepada Palang Merah Prancis untuk bantuan bencana Mayotte. Upacara penyerahan sumbangan diadakan pada Selasa pagi (11/3) di Kantor Perwakilan Taiwan di Prancis, yang juga disaksikan oleh anggota parlemen Prancis.
Dalam pidatonya, Perwakilan Taiwan di Prancis Hao Pei-chih (郝培芝) menyatakan bahwa Taiwan juga sering menghadapi bencana alam dan memahami kesulitan yang dialami Pulau Mayotte. Oleh karena itu, berharap dapat menyumbangkan €250.000 untuk rekonstruksi Mayotte. Dana ini akan disalurkan melalui program Palang Merah, dengan prioritas untuk pencegahan penyakit, perawatan medis, dan penyebaran informasi kesehatan masyarakat. Mereka juga berharap masyarakat Mayotte dapat segera kembali ke kehidupan normal dan sehat.
Ketua Palang Merah Prancis, Nathalie Smirnov menyatakan bahwa mereka merasa terhormat dapat menerima sumbangan dari Taiwan atas nama organisasi, dan menunjukkan bahwa Pulau Mayotte telah memasuki tahap rekonstruksi, yang berfokus pada pencegahan penyakit, air bersih, makanan, dukungan psikologis dan berbagai layanan lainnya. Mereka juga berencana membangun pusat pelatihan tenaga medis, "Kami sangat berterima kasih atas sumbangan dan kemurahan hati Taiwan."
Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan di Senat, Jean-Baptiste Lemoyne dan anggota Majelis Nasional untuk Mayotte, Estelle Youssouffa hadir dalam upacara penyerahan sumbangan.
Dalam pidatonya, Jean-Baptiste Lemoyne menyatakan bahwa ia telah melihat bagaimana Palang Merah memberikan bantuan ke Pulau Mayotte, dan mengetahui betapa pentingnya sumbangan ini bagi pekerjaan organisasi tersebut. Dia menunjukkan bahwa Taiwan memiliki pengalaman dalam menghadapi bencana alam, "Taiwan tidak hanya bisa membantu, tetapi sedang membantu."
Sebagai Ketua Kelompok Persahabatan Taiwan, dia akan terus mendorong partisipasi Taiwan dalam organisasi internasional, seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Ia menerangkan bahwa pengalaman Taiwan sangat penting bagi dunia, dan Taiwan juga sedang berkontribusi.