History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pernah Jaya Pada Masanya, Brand Fashion Dunia Ini Dikabarkan Ajukan Kebangkrutan!

  • 12 March, 2025
  • 尤繼富
Pernah Jaya Pada Masanya, Brand Fashion Dunia Ini Dikabarkan Ajukan Kebangkrutan!
Pernah Jaya Pada Masanya, Brand Fashion Dunia Ini Dikabarkan Ajukan Kebangkrutan! 圖/PEXELS

(Taiwan, ROC) --- Brand fast fashion Forever 21 yang didirikan oleh pasangan Korea Do Won Chang dan Jin Sook Chang pada tahun 1984, baru-baru ini dikabarkan menghadapi kebangkrutan dan berencana menutup hingga 200 gerai.

Menurut laporan media asing People, seorang sumber mengungkapkan bahwa jika Forever 21 mengajukan permohonan reorganisasi Bab 11 kebangkrutan AS, maka hal ini hanya akan mempengaruhi operasional Forever 21 di Amerika Serikat, yang bertanggung jawab atas gerai-gerai dan operasional ritel sehari-hari brand tersebut di AS.

Sumber tersebut menjelaskan bahwa tujuan pengajuan ini adalah untuk menyesuaikan operasional, agar perusahaan dapat memposisikan diri lebih baik untuk kesuksesan jangka panjang.

Namun, kini dilaporkan bahwa setidaknya 200 gerai kemungkinan akan terkena dampak, termasuk beberapa gerai di New York, California, Pennsylvania, Connecticut, dan Washington yang akan ditutup.

Wilayah California dan Pennsylvania telah mengajukan pemberitahuan Worker Adjustment and Retraining Notification Act (WARN), yang mengindikasikan bahwa karyawan di wilayah-wilayah tersebut akan menghadapi PHK massal. Pengurangan karyawan akan mencakup setidaknya 350 karyawan di kantor pusat Los Angeles.

Forever 21據報準備關閉至少200間門店或第二度破產| 星島日報

Brand fast fashion Forever 21 baru-baru ini dikabarkan menghadapi kebangkrutan dan berencana menutup hingga 200 gerai. 圖: YAHOOTAIWAN

Juru bicara Forever 21 menyatakan, "Keputusan ini tidak diambil dengan mudah, dan selama masa transisi, kami tetap berkomitmen untuk menjaga transparansi dan memperlakukan karyawan dengan adil."

Selain itu, diketahui bahwa Forever 21 pernah diakuisisi dari kebangkrutan pada Februari 2020 oleh Authentic Brands Group, Simon Property Group, dan Brookfield Property Partners dengan nilai US$300 juta.

CEO Authentic Brands, Jamie Salter, pernah menyatakan dalam sebuah pertemuan pada 2023 bahwa akuisisi Forever 21 mungkin adalah kesalahan terbesar yang pernah dilakukan.

Sebenarnya, Forever 21 pernah menjadi brand ikonik di pusat perbelanjaan seluruh negeri pada era 90-an dan awal 2000-an, dan sangat disukai oleh remaja. Namun, seiring dengan pergeseran kebiasaan berbelanja ke platform online, terutama di kalangan konsumen muda, pihak perusahaan kemudian menghadapi tantangan dalam persaingan.

Menanggapi hal ini, sumber lain menunjukkan bahwa strategi baru Forever 21 akan memungkinkan brand untuk merespons tren dengan lebih cepat dan menawarkan koleksi bulanan berdasarkan wawasan konsumen, yang diharapkan dapat membantu brand menjalin kembali hubungan dengan target konsumennya.

Komentar

Terbarumore