(Taiwan, ROC) Seorang pekerja migran “hilang kontak” asal Vietnam bermarga Huang, tanggal 4 Maret 2025 melahirkan di salah satu klinik bersalin di distrik Taoyuan, 6 jam setelah bayi dilahirkan, bayi mengalami gangguan pernapasan dan tidak dapat diselamatkan. Klinik bersalin tersebut segera mengeluarkan surat keterangan kematian “meninggal dalam kandungan” dan menjadwalkan kremasi pada tanggal 7 Maret, ibu Huang melapor polisi, kemarin polisi telah melakukan otopsi dan masih menunggu hasil laporannya, apakah ada malpraktik akan diselidiki lebih lanjut.
Ibu Huang melahirkan di klinik bersalin ini pada 4 Maret pukul 10:30 pagi hari, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3500 gram, akan tetapi sore hari, pihak klinik memberitahu bahwa “bayi laki-laki telah meninggal dunia” tetapi tidak memberitahu penyebabnya, ayah bayi tidak menerima dan meminta penjelasan dari pihak klinik, dan akan melapor polisi. Menurut sumber informasi, ketika ayah bayi akan keluar dari klinik, ia ditangkap oleh polisi, pihak keluarga menduga pihak polisi mendapat laporan dari klinik. Polisi menjelaskan, saat berpatroli, ada polisi yang memeriksa ayah bayi ketika berada di jalan di distrik Taoyuan, setelah diketahui yang bersangkutan adalah pekerja migran hilang kontak maka ditahan di detention center keimigrasian, bukan mendapat laporan dari pihak manapun.
Kantor Kejaksaan Distrik Taoyuan, Jaksa Huang Rung-de(黃榮德) mengatakan, saat ini kedua orang tua dari bayi laki-laki ini belum mengajukan tuntutan, kejaksaan telah melakukan pemeriksaan dengan dokter forensik, tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau luka luar, adapun penyebab kematian mendadak bayi tersebut harus menunggu laporan otopsi, jika ada malpraktik maka dianggap sebagai “kelalaian menyebabkan kematian” dan akan ditindaklanjuti secara hukum.