History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Sektor di Taiwan Ini Dikabarkan Tengah Menghadapi Pengunduran Diri Besar-besaran, Bayaran Rendah dan Sering Dipandang Sebelah Mata

  • 11 March, 2025
  • 尤繼富
Sektor di Taiwan Ini Dikabarkan Tengah Menghadapi Pengunduran Diri Besar-besaran, Bayaran Rendah dan Sering Dipandang Sebelah Mata
Sektor di Taiwan Ini Dikabarkan Tengah Menghadapi Pengunduran Diri Besar-besaran, Bayaran Rendah dan Sering Dipandang Sebelah Mata 圖/LINE TODAY

(Taiwan, ROC) --- Masalah kekurangan tenaga perawat di rumah sakit semakin memburuk. Baru-baru ini di platform media sosial, banyak perawat membagikan pengalaman mereka saat mengurus prosedur pengunduran diri di asosiasi perawat dan rumah sakit di berbagai daerah.

Mereka bahkan harus mengantre setidaknya satu jam karena banyaknya perawat yang mengundurkan diri. Para ahli menyatakan bahwa kondisi kerja yang buruk telah menyebabkan kekurangan pekerja selama lebih dari 10 tahun.

Dua factor utama yang mengakibatkan banyak perawat akhirnya memutuskan untuk hengkang, antara lain tenaga kerja yang murah dan devaluasi pendidikan.

Pengunduran diri massal perawat ini dianggap sebagai tanda awal kolapsnya sistem kesehatan Taiwan.

Liang Hsiu-mei (梁秀眉), pendiri Serikat Pekerja Perawat Taiwan, menunjukkan bahwa sistem asuransi kesehatan Taiwan telah menekan biaya medis, dengan beban biaya dialihkan langsung kepada perawat. Ini terjadi karena pekerjaan keperawatan tidak dianggap sebagai layanan medis inti, melainkan sebagai biaya variabel dalam manajemen biaya rumah sakit.

薪資太低、專業被貶低「醫療體系崩潰」 護理師排隊辦離職

圖: YAHOONEWS

Rumah sakit mengurangi alokasi tenaga keperawatan, menyebabkan beban kerja setiap perawat terus meningkat, yang akhirnya menghasilkan siklus buruk.

Di sisi lain, perawat memiliki persyaratan pendidikan terendah dalam sistem kesehatan Taiwan. Liang Hsiu-mei menjelaskan bahwa sementara profesi medis lain seperti apoteker, fisioterapis, dan ahli gizi terus meningkatkan standar pendidikan mereka, perawat tetap terjebak dalam sistem pendidikan vokasi tingkat rendah.

Hal ini secara langsung mempengaruhi otonomi profesional dan hak suara perawat di tempat kerja. Mereka dianggap sebagai pekerja teknis, bukan profesional, sehingga memberi alasan bagi pemberi kerja untuk menjadikan keperawatan sebagai pekerjaan termurah, paling menguras tenaga, dan paling mudah digantikan.

Banyaknya lulusan sekolah keperawatan vokasi menjadi sumber tenaga kerja murah, yang merupakan akar dari posisi lemah struktural dalam profesi keperawatan.

"Jika tidak bisa mengubah sistem, maka pilihan yang tersisa adalah keluar dari sistem," tegas Liang Hsiu-mei. Gelombang pengunduran diri perawat ini bukan hanya masalah gaji rendah dan jam kerja panjang, tetapi merupakan kolaps kolektif akibat perawat yang telah lama kehilangan otonomi, ditekan tingkat pendidikannya, diremehkan profesionalitasnya, dan nilai kerjanya dieksploitasi.

Bahkan pengunduran diri tidak bisa menjadi bentuk protes yang efektif. Gelombang pengunduran diri perawat kali ini dicemaskan akan menjadi tanda awal kolapsnya sistem kesehatan Taiwan.

Komentar

Terbarumore