(Taiwan, ROC) - Pebulu tangkis Taiwan Lin Chun-yi (林俊易) harus puas dengan medali perak di tunggal putra di Orléans Masters di Prancis pada hari Minggu setelah kalah dari lawannya dari Prancis di pertandingan final.
Lin, berusia 25 tahun, peringkat 14 dunia, kalah dari Alex Lanier 13-21, 18-21 dalam pertandingan yang berlangsung selama 42 menit di arena Palais des Sports.
Pertandingan tersebut adalah pertama kalinya kedua pemain saling berhadapan dalam karier profesional masing-masing. Pada set pembuka, Lin lambat dalam pemanasan, yang memberi kesempatan bagi Lanier yang berusia 20 tahun untuk memimpin lebih dulu dengan tujuh poin berturut-turut.
Meskipun berupaya mengejar ketertinggalan, Lin melakukan banyak kesalahan sendiri, dan pemain Prancis peringkat 16 dunia itu memenangkan game pertama.
Pada game kedua, Lin sempat unggul 11-9, tetapi Lanier dengan cepat mengejar setelah jeda tengah untuk menyamakan kedudukan 16-16, sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan.
Pelatih Lin, Feng Sheng-chieh (馮勝杰) mengatakan Lin kewalahan oleh kecepatan dan kekuatan Lanier di awal pertandingan. "Ia mungkin tertinggal karena tidak mampu mengimbangi di awal dan kemudian membiarkan jaraknya melebar," kata Feng.
Meskipun kalah, pertandingan kejuaraan itu menjadi pengalaman belajar yang baik bagi Lin dan telah sangat meningkatkan kepercayaan dirinya, kata sang pelatih.
Feng mengatakan Lin perlu membangun stamina, terutama dengan pertandingan lain yang akan segera diadakan dalam dua hingga tiga hari mendatang, yakni All England Open, yang merupakan ajang Badminton World Federation (BWF) World Tour Super 1000.