History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ekspansi TSMC di Taiwan Diselimuti Kekhawatiran Krisis Talenta, Akademisi Desak: Manfaatkan PHK di AS untuk Rekrut Talenta Baru

  • 07 March, 2025
  • 陳柏萇
Ekspansi TSMC di Taiwan Diselimuti Kekhawatiran Krisis Talenta, Akademisi Desak: Manfaatkan PHK di AS untuk Rekrut Talenta Baru
Ekspansi TSMC di Taiwan Diselimuti Kekhawatiran Krisis Talenta, Akademisi Desak: Manfaatkan PHK di AS untuk Rekrut Talenta Baru

(Taiwan, ROC) -- Keputusan TSMC untuk berinvestasi di Amerika Serikat telah menarik perhatian publik. Ketua TSMC, C. C. Wei (魏哲家), menyatakan kecemasannya tentang krisis talenta.

Chen Fang-yu (陳方隅), yang adalah seorang asisten profesor di Departemen Politik Universitas Soochow, dalam sebuah seminar baru-baru ini mendesak pemerintah untuk memanfaatkan momentum pemotongan anggaran riset dan PHK besar-besaran di AS, di mana banyak ilmuwan unggul yang diberhentikan di Washington atau di tempat lainnya, untuk kemudian merekrut talenta dan memperkuat kemampuan R&D Taiwan.

Investasi TSMC di Amerika Serikat bernilai hingga ratusan miliar US$ tersebut telah menimbulkan kecemasan publik tentang kemungkinan perpindahan pusat produksi ke AS.

Menanggapi hal tersebut, C. C. Wei baru-baru ini menegaskan bahwa rencana ekspansi TSMC di Taiwan tidak pernah berubah. Dia mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya adalah krisis talenta. Bahkan sembari bercanda, ia menyampaikan kalau karyawan TSMC terus berupaya keras untuk memiliki anak.

Pernyataan C. C. Wei ini tampaknya mengungkapkan dilema kekurangan talenta yang dihadapi Taiwan saat ini. Dalam seminar bertajuk Strategi Indo-Pasifik dan Hubungan AS-Tiongkok-Taiwan Setelah Donald Trump Kembali ke Gedung Putih, Chen Fang-yu, mendesak pemerintah untuk memanfaatkan momentum pemotongan anggaran riset dan PHK besar-besaran di AS untuk merekrut talenta setempat, menarik berbagai peneliti unggul untuk memperkuat kemampuan R&D Taiwan.

Chen Fang-yu mengatakan, "Karena orang-orang tersebut telah di PHK, sehingga kita harus bertindak cepat sekarang. Namun, sistem birokrasi Taiwan sangat kaku, jadi saya tidak tahu apakah Academia Sinica harus segera membuka lowongan. Namun, sekarang anggaran kita juga mengalami pemangkasan oleh Yuan Legislatif, jadi semuanya saling berkaitan."

Faktanya, setelah menjabat posisi presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali meninjau program dan penggunaan dana di berbagai departemen. Hal ini dilakukan guna merestrukturisasi ekonomi domestik. Dengan satu keputusan saja, Presiden Donald Trump langsung memangkas dana riset untuk berbagai universitas di AS, meliputi National Institutes of Health (NIH), yang kemudian memicu gelombang krisis pendanaan dan kepanikan di dunia akademisi.

Banyak laboratorium di lembaga penelitian ternama terpaksa harus tutup, dan sejumlah besar peneliti, baik kandidat doktor maupun post-doctoral juga diberhentikan.

Chen Fang-yu berpendapat bahwa ini adalah bencana besar bagi dunia akademisi AS, yang dampaknya akan terlihat dalam 5 hingga 10 tahun ke depan, dan akan sangat mempengaruhi peringkat sains atau pendidikan tinggi AS, serta output penelitian.

Sebaliknya bagi Taiwan, ini mungkin merupakan kesempatan untuk merekrut talenta dari AS, serta lebih memperkuat kemampuan riset, dan sekaligus mengatasi masalah krisis talenta.

Komentar

Terbarumore