(Taiwan, ROC) —- Di era modern dimana smartphone menjadi kebutuhan utama, membuat power bank telah menjadi barang wajib yang hampir semua orang butuhkan. Bahkan ada beberapa orang yang memiliki lebih dari satu power bank.
Namun seiring berjalannya waktu, power bank bisa mengalami kerusakan, seperti tidak bisa mengisi daya atau mengembung, yang akhirnya harus dibuang.
Sayangnya, banyak orang masih tidak tahu cara yang benar untuk mendaur ulang power bank. Menanggapi hal ini, Biro Lingkungan Hidup Kota New Taipei telah memberikan solusi, dan pihak yang melanggar bisa dikenakan denda hingga NT$6000.
Biro Lingkungan Hidup Kota New Taipei baru-baru ini memposting melalui halaman Facebook, menyatakan bahwa power bank termasuk dalam kategori baterai kering bekas yang dapat didaur ulang.
Namun, Biro Lingkungan Hidup Kota New Taipei juga menunjukkan bahwa karena inti baterai power bank kebanyakan adalah baterai lithium-ion dan lithium-polymer yang termasuk dalam kategori baterai kering bekas, maka jika tertekan atau tergores mudah menimbulkan bahaya ledakan.
Mereka mengingatkan masyarakat untuk JANGAN membuang ke truk sampah, melainkan wajib dipisah untuk didaur ulang.
Selain bisa diserahkan ke mobil daur ulang petugas kebersihan, warga juga bisa membawanya ke toko waralaba, supermarket, toko retail, atau ke titik pengumpulan baterai bekas di komunitas.
Selain itu, Biro Lingkungan Hidup New Taipei juga mengumumkan 7 kategori barang yang wajib dipisah untuk didaur ulang, seperti kantong plastik bersih bekas, styrofoam kemasan, wadah kaca bekas, lampu bekas, baterai kering bekas, aki bekas, dan bahan mudah terbakar.
Jika tidak mengikuti aturan daur ulang, maka dapat dikenakan denda NT$1.200 hingga NT$6.000 sesuai Undang-Undang Pengelolaan Limbah.
Masyarakat harus lebih teliti saat membuang sampah, supaya terhindar dari pemberlakuan denda.