History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Libur Tahun Baru Imlek dan Proteksionisme Perdagangan Sebabkan Industri Manufaktur Merosot di Januari

  • 05 March, 2025
  • 曾秀情
Libur Tahun Baru Imlek dan Proteksionisme Perdagangan Sebabkan Industri Manufaktur Merosot di Januari
Libur Tahun Baru Imlek dan Proteksionisme Perdagangan Sebabkan Industri Manufaktur Merosot di Januari

(Taiwan, ROC) --- Institut Penelitian Ekonomi Taiwan (TIER) mengumumkan pada hari ini (5/3), bahwa indikator bisnis industri manufaktur pada bulan Januari berubah dari hijau menjadi kuning-biru dengan penurunan tajam sebesar 3,11 poin. Para ahli menganalisis, bahwa hal tersebut utamanya disebabkan dengan banyaknya hari libur Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek) dan periode dasar perbandingan yang berbeda, menyarankan untuk membandingkan periode bulan Januari dan Februari secara bersamaan untuk mendapatkan akurasi yang lebih baik. Kemudian, dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi manufaktur tahun ini kemungkinan disebabkan oleh meningkatnya peningkatan perlindungan perdagangan dan ketidakpastian yang lebih besar.

TIER mengumumkan nilai iklim bisnis manufaktur untuk Januari 2025 pada tanggal 5 Maret, menyampaikan penurunan dari 12,68 poin di bulan Desember tahun lalu menjadi 10,57 poin, dengan sinyal lampu hijau yang mewakili ekonomi yang stabil menjadi lampu kuning-biru yang mewakili ekonomi yang lesu. Dalam kinerja industri, sinyal untuk industri produk karet dan plastik berubah dari hijau menjadi biru, yang menunjukkan resesi; sinyal untuk industri komputer, produk elektronik, dan produk optik turun dari kuning-merah menjadi hijau.

TIER menunjukkan, bahwa hari kerja yang dipersingkat karena libur Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek), ditambah dengan lemahnya permintaan di industri tradisional dan situasi perdagangan global yang tidak stabil, telah menyebabkan melemahnya sejumlah indikator ekonomi. Meskipun teknologi informasi dan komunikasi serta produk audio-visual mendapat manfaat dari permintaan AI dan aplikasi komputasi performa tinggi, dan beberapa industri masih mempertahankan momentum pertumbuhan, tapi libur utama Festival Musim Semi jatuh pada bulan Januari, yang menyebabkan tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun ekspor dan indeks produksi menyusut, dan tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun pesanan ekspor dan impor berubah dari positif menjadi negatif, mencerminkan permintaan yang lemah dan indikator masukan bahan baku.

Hsu Bi-shu (許碧書) seorang peneliti TIER mengemukakan, bahwa Januari memiliki banyak hari libur karena Festival Musim Semi (Tahun Baru Imlek), tapi festival tersebut jatuh pada bulan Februari di tahun sebelumnya, sehingga basis perbandingannya berbeda dan Februari akan mengalami peningkatan tajam, merekomendasikan bulan Januari dan Februari untuk diperhatikan secara bersamaan agar mendapatkan akurasi yang lebih baik. Ia mengatakan, “berbagai indikator ekonomi pada bulan Februari mungkin didorong oleh periode dasar yang rendah akibat libur Tahun Baru Imlek pada bulan Februari di tahun lalu. Untuk menghilangkan dampak faktor Tahun Baru Imlek, disarankan untuk menilai hasil kerja rata-rata dari kedua bulan tersebut.”

Hsu Bi-shu jue menyampaikan, jika dibandingkan dengan tahun lalu, kondisi manufaktur tahun ini mungkin dipengaruhi oleh meningkatnya proteksionisme perdagangan dan memiliki ketidakpastian yang lebih tinggi. Salah satunya, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump sekali lagi mengusulkan penerapan tarif timbal balik pada semua barang impor yang memicu kekhawatiran inflasi secara global. Tiongkok telah mengenakan tarif pembalasan terhadap impor AS, tetapi skala keseluruhannya mencakup sekitar 20% dari total impor Tiongkok, yang menunjukkan bahwa masih ada ruang untuk negosiasi dengan AS. AS pun telah menaikkan tarif impor Tiongkok pada 4 Maret dan ekspor Tiongkok berada dalam tekanan. Apakah Tiongkok dapat mempercepat peningkatan industrinya dan mendorong gelombang permintaan baru akan menjadi fokus pengamatan di masa mendatang.

Komentar

Terbarumore