(Taiwan, ROC) --- Dalam kehidupan sehari-hari, Anda pasti pernah mengalami situasi membuang makanan yang terbuang sia-sia, dan biasanya karena telah melewati tanggal kedaluwarsa, sehingga terpaksa harus dibuang.
Namun, ahli gizi di Taiwan mengatakan bahwa sebenarnya setelah melewati batas waktu, makanan tidak langsung rusak, tetapi mengalami penurunan kualitas secara perlahan. Namun hal ini hanya berlaku jika produk masih dalam keadaan belum dibuka, karena begitu dibuka, makanan bisa terpengaruh oleh lingkungan.
Ahli Gizi Rumah Sakit Shin Kong, Chuang Chun-han (莊淳涵) mengatakan, "Mengenai tanggal kedaluwarsa, peraturan mewajibkan bahwa ini harus dicantumkan. Masa simpan adalah interval waktu di mana makanan masih dapat dikonsumsi."
Di Taiwan, masa simpan (保存期限) yang umum mengacu pada waktu penyimpanan, terutama dicantumkan bersama dengan tanggal produksi (製造日期), biasanya satu sampai dua tahun. Sedangkan tanggal kedaluwarsa (有效日期) adalah waktu terakhir makanan dapat dikonsumsi, yang juga diatur secara jelas dalam hukum, umumnya dicantumkan dengan tahun, bulan, dan tanggal.
Sementara di luar negeri, seperti di Jepang, umum menggunakan tanggal best before yang mengacu pada waktu optimal untuk konsumsi, bukan berarti kedaluwarsa. Yang mana ini mirip dengan masa simpan di Taiwan.
Direktur Pusat Makanan dan Nutrisi John Tung Foundation, Hsu Hui-yu (許惠玉) mengatakan, "Jepang sangat suka mencantumkan best before, yang menunjukkan kapan makanan paling enak dikonsumsi. Setelah periode ini, mungkin tidak terlalu enak tetapi masih bisa dimakan. Di berbagai negara, bahkan Jerman, seingat saya, mereka berencana menghapus tanggal best before karena hal ini menyebabkan banyak pemborosan makanan."
Namun, setiap orang memiliki kebiasaan dan kondisi lingkungan penyimpanan yang berbeda dalam menyimpan makanan, sehingga begitu kemasan dibuka, keamanan pangan harus dipertimbangkan.
"Tanggal kedaluwarsa didefinisikan untuk makanan yang belum dibuka dan disimpan dalam kondisi normal. Jadi jika makanan sudah dibuka, tanggal kedaluwarsa tidak lagi tepat untuk menentukan apakah makanan masih bisa dimakan atau tidak. Hal lainnya adalah karena kita tidak bisa memastikan bagaimana cara setiap orang menangani dan menyimpan makanan setelah dibuka," terang Chuang Chun-han.
"Kita tetap harus memahami bahwa ketika makanan rusak, itu tidak bisa dimakan. Kerusakan ini bisa dipengaruhi oleh berbagai hal, mungkin kontaminasi dari lingkungan sekitar, kontrol suhu, dan juga yang kita sebut suhu serta kelembaban," tambah Hsu Hui-yu.
Setelah makanan dibuka, tanggal kedaluwarsa tidak lagi menjadi jaminan keamanan. Disarankan untuk segera menghabiskannya, sambil memperhatikan apakah ada perubahan penampilan, bau tidak sedap, atau masalah pada tekstur. Jika ada keanehan, harus segera berhenti mengonsumsinya.