History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Suami-Istri Bekerja, Apakah Sudah Seyogyanya Pekerjaan RT dan Merawat Cucu Adalah Tugas Nenek?

  • 03 March, 2025
  • 鄭蕙玲
Suami-Istri Bekerja, Apakah Sudah Seyogyanya Pekerjaan RT dan Merawat Cucu Adalah Tugas Nenek?
suami-istri yang berharap orang tua membantu merawat anak-anak mereka, wajib dinegosiasikan serta semestinya ada batasan rasional agar hubungan keluarga tetap selaras dan harmonis (foto: Ingimage)

(Taiwan, ROC) Dilansir dari media FORZA Style, seorang nenek berusia 73 tahun, wanita lansia yang bekerja paruh waktu, sejak cucunya dilahirkan maka ia juga menjalani pekerjaan merawat anak di rumah pada masa jangka panjang, menyebabkan kondisi badannya sering kelelahan, bahkan juga menimbulkan sikap kesal dan membenci anak dan menantu perempuannya.

Anak dari nenek ini adalah seorang karyawan di perusahaan besar, dikarenakan menantu wanitanya melahirkan pada usia senja, pada usia 41 tahun baru melahirkan anak. Sejak menantu hamil, sama sekali tidak pernah melibatkan anak nenek ini dalam perawatan anak, bahkan tanpa ada negosiasi sebelumnya, nenek ini dilibatkan dalam seminar pendidikan cucu, mendapat materi pembelajaran bagaimana membesarkan anak di zaman modern.

Setelah cucu dilahirkan, bantuan nenek secara perlahan-lahan dianggap sebagai hal yang lumrah, mulai dari mempersiapkan makanan, pekerjaan rumah tangga hingga antar-jemput cucu ke sekolah, hampir semua dilakukan sendiri oleh nenek tersebut. Sedangkan nenek juga menderita penyakit kronis seperti sakit pinggang dan diabetes, masih ada pekerjaan sampingan yang dikerjakannya, ditambah dengan tekanan hidup, semua kian hari kian membebani.

Akhirnya, dalam kondisi kelelahan, nenek kembali ke kampung halamannya untuk sementara waktu, tanpa ada persiapan apa pun, tidak berapa lama kemudian, anak dan menantu perempuan meneleponnya dan bertanya baju dan makanan cucunya, ini menunjukkan suami istri tidak mampu mengurus kehidupan sehari-hari anak mereka. Setelah beberapa hari, nenek memutuskan untuk memberitahu cakupan pekerjaan yang “bisa dan tidak bisa dikerjakannya”, tidak lagi membantu tanpa persyaratan apapun. Ia juga mengakui, untuk membuat batasan sangat tidak mudah, ada faktor pertimbangan seperti “saudara” atau “menjadi orang yang dibenci” dan lainnya maka perlu juga dipertimbangkan.

Pakar mengingatkan, ketika pasangan suami-istri bekerja, menjadi hal yang lazim, di mana orang tua (kakek-nenek) membantu merawat anak mereka, akan tetapi juga harus menjaga batasan secara rasional, untuk menghindari agar orang tua tidak menjadi “pengasuh anak gratisan”, orang tua juga memiliki hak untuk menikmati hidup mereka di kala mereka masih sehat. Suami-istri yang berharap orang tua mereka merawat anak mereka semestinya bernegosiasi dengan baik, dan membahas cakupan bantuan apa yang bisa dilakukan orang tua untuk anak-anak mereka, dengan demikian baru tetap terjalin hubungan keluarga yang selaras dan harmonis.

Komentar

Terbarumore