(Taiwan, ROC) —- Perusahaan global Statista telah menyusun Peringkat Rumah Sakit Terbaik Dunia 2025, yang mengevaluasi lebih dari 2.400 rumah sakit dari 30 negara termasuk Taiwan, Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan.
Hasilnya menunjukkan bahwa Taipei Veterans General Hospital telah masuk dalam daftar 250 rumah sakit terbaik dunia selama 2 tahun berturut-turut, menjadi satu-satunya rumah sakit di Taiwan yang masuk dalam daftar tersebut.
Menanggapi hal ini, Direktur Taipei Veterans General Hospital, Chen Wei-ming (陳威明), menyatakan bahwa selama ini mereka telah menerima banyak kunjungan dari negara-negara Eropa dan Amerika, dengan pengakuan internasional yang semakin meningkat.
Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya banyak rumah sakit di Taiwan yang berpotensi masuk dalam 100 besar.
Menurut media Amerika Serikat, Newsweek, platform statistik global Statista memperkirakan jumlah rumah sakit di seluruh dunia akan melampaui 215.977 pada tahun 2026. Namun, dengan begitu banyaknya pilihan rumah sakit, sebagian besar sumber daya yang tersedia tidak dapat memberikan informasi lengkap, sehingga sulit bagi pasien untuk menemukan institusi medis yang paling sesuai.
Oleh karena itu, Newsweek bekerja sama dengan Statista untuk menerbitkan Peringkat Rumah Sakit Terbaik Dunia 2025, yang mencantumkan rumah sakit-rumah sakit terkemuka di dunia.
Taipei Veterans General Hospital telah masuk dalam daftar 250 rumah sakit terbaik dunia selama 2 tahun berturut-turut, menjadi satu-satunya rumah sakit di Taiwan yang masuk dalam daftar. 圖:YAHOOTAIWAN
Tahun ini, 35 rumah sakit Taiwan masuk dalam evaluasi, dengan Taipei Veterans General Hospital kembali unggul dengan naik ke peringkat 208.
Chen Wei-ming menjelaskan bahwa Taipei Veterans General Hospital telah menyelesaikan sebagian besar proyek barunya dan menerima banyak kunjungan dari negara-negara Barat, tidak hanya dari Tiongkok dan Asia Tenggara, sehingga pengakuan internasional meningkat dan menjadi rumah sakit yang lebih internasional. Sebenarnya banyak rumah sakit Taiwan yang bisa masuk dalam 100 besar, tetapi karena Taiwan bukan negara berbahasa Inggris, hal ini menjadi kerugian tersendiri.
Namun dia juga menyebutkan, tidak ada rumah sakit yang bisa mengklaim sebagai yang terbaik di Taiwan, "Kita harus rendah hati, tetapi dalam beberapa tahun terakhir Taipei Veterans General Hospital telah menginvestasikan lebih dari NT$15 miliar, termasuk banyak pembangunan besar dan perbaikan lingkungan fisik rumah sakit, menjadikannya pusat medis terindah di negara ini, dan staf kami sangat kompak."
Saat ini banyak sekolah penting dari Eropa dan Amerika yang berkunjung ke Taipei Veterans General Hospital, termasuk Mayo Clinic AS yang telah menandatangani perjanjian kerjasama.
Selain itu, dia juga menekankan pentingnya merawat karyawan, "Anda tidak mungkin memberikan layanan medis yang baik jika tidak merawat karyawan dengan baik. Setelah saya menjabat, yang pertama saya bangun bukan gedung medis, tapi asrama. Dulu asrama perawat terlalu tua (usang), dan setelah memiliki bangunan baru, ditambah dengan biaya yang hanya NT$1000 per bulan, membuat perawat relatif lebih betah."