(Taiwan, ROC) -- Mengenai situasi di Ukraina dan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat (AS), Kementerian Luar Negeri Taiwan (MOFA) menanggapi pertanyaan media beberapa waktu lalu, menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio menegaskan kembali dalam sebuah wawancara beberapa hari lalu, bahwa “antar pemerintah”, AS telah lama membuat komitmen yang jelas terhadap Taiwan, berdasarkan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan Enam Jaminan. Taiwan akan terus secara aktif mempromosikan hubungan Taiwan-AS dan terus memperkuat kemampuan bela dirinya.
Cara pemerintahan Trump di AS dalam menangani masalah Ukraina telah memicu diskusi, bahkan The Economist melaporkan secara langsung dengan judul “Ukraina Hari Ini, Taiwan Besok?”. MOFA menyampaikan, bahwa pemerintah AS telah menegaskan kembali komitmen keamanan mereka terhadap Taiwan berdasarkan Undang-Undang Hubungan Taiwan dan Enam Jaminan. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio juga menegaskan kembali posisi lintas pemerintah ini selama wawancara.
MOFA mengemukakan, dalam pertemuan puncak AS-Jepang, serta pernyataan bersama para menteri luar negeri AS, Jepang, dan Korea Selatan, pemerintah Trump menekankan, bahwa menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan sangat diperlukan bagi keamanan dan kesejahteraan masyarakat internasional, selain juga menentang segala upaya sepihak untuk mengubah status quo dengan kekerasan atau paksaan, sekaligus mendukung keikutsertaan Taiwan di tingkat internasional. Kepala Departemen Urusan Amerika Utara dari MOFA, Wang Liang-yu (王良玉) mengatakan, “oleh karena itu, Kementerian Luar Negeri dan departemen pemerintah terkait akan terus aktif mempromosikan hubungan Taiwan-AS, dan terus menunjukkan tekad kami unhtuk membela diri dan memperkuat kemampuan kami untuk membela diri, dan dengan kekuatan mencapai tujuan perdamaian.”
Ini adalah tanggapan terkini dari MOFA terhadap keraguan eksternal yang relevan. MOFA menyampaikan 1 minggu yang lalu, bahwa Taiwan dan AS adalah mitra dengan nilai-nilai dan cita-cita yang sama, bahwa pemerintah Taiwan telah bekerja sama secara erat sejak masa jabatan pertama Trump dan terus berlanjut hingga hari ini. Rasa saling percaya serta kerja sama erat antara Taipei dan Washington akan terus berlanjut dengan mantap.