(Taiwan, ROC) --- Apple mengumumkan perluasan investasi di Amerika Serikat, termasuk kerja sama dengan Foxconn untuk membangun pabrik perakitan server AI. Pada Selasa hari ini (25/2), pakar industri menunjukkan, selain merespons kebijakan tarif AS dan arah pengembangan AI, langkah ini lebih ditujukan untuk mendorong penuh di bidang AI dengan harapan dapat mengejar para pesaing.
Mengenai apakah investasi ini akan mendorong kenaikan harga layanan dan produk Apple di masa depan, pakar lainnya menyampaikan bahwa jika melihat dari item investasi, meskipun tidak ada hubungan langsung, tetapi jika mempertimbangkan peningkatan biaya secara keseluruhan, kemungkinan kenaikan harga tidak dapat dikesampingkan.
Pada Senin kemarin (24/2), pihak Apple mengumumkan bahwa mereka akan menginvestasikan lebih dari US$500 miliar dalam serangkaian ekspansi investasi di AS selama 4 tahun ke depan, termasuk mendirikan pabrik di Houston, Texas, bekerja sama dengan Foxconn Group di bawah Hon Hai untuk memproduksi server AI yang akan memasok pusat data yang menggerakkan platform AI Apple Intelligence.
Selain itu, Apple berencana akan menggandakan dana Advanced Manufacturing Fund AS yang sudah ada menjadi US$10 miliar untuk mendukung pengembangan industri manufaktur AS.
Apple juga akan mendirikan akademi manufaktur di Michigan untuk melatih tenaga kerja manufaktur, dan akan memperluas kapasitas pusat data di AS, serta investasi penelitian dan pengembangan di bidang AI dan rekayasa chip.
Pada Selasa ini (25/2), analisis industri senior, Chen Zi-ang (陳子昂) menganalisis bahwa isi dari investasi ini memiliki dua makna utama. Pertama, sepenuhnya merespons kebijakan baru Trump 2.0, meliputi kebijakan manufaktur AS dan penerapan tarif. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk bersaing dengan Proyek Stargate AI Amerika Serikat.
Namun, Chen Zi-ang menyatakan, seiring dengan fokus kebijakan industri teknologi AS yang beralih ke AI, tetapi melihat kemajuan pengembangan AI Apple sendiri, jelas tertinggal dari pesaing, terutama Samsung dan Google yang telah meluncurkan ponsel AI.
Investasi Apple kali ini di AS jelas menunjukkan tekad untuk mendorong penuh bidang AI.
Dia mengatakan, "Untuk mengembangkan senjata, bukankah dibutuhkan amunisi, yaitu yang disebut server AI dan pusat data. Setelah memiliki persenjataan, selanjutnya adalah tentara, yaitu talenta, kemudian strategi dan taktik yang merupakan perangkat lunak. Berencana untuk mengejar ketinggalan dengan cepat, perangkat lunak, perangkat keras, dan talenta, ketiganya harus dimiliki, tidak boleh kurang satupun, jadi sepertinya Apple sedang mengerahkan seluruh kekuatannya."
Seiring dengan investasi besar-besaran Apple di AS, mengenai apakah harga layanan dan produk di masa depan akan naik, Lin Wei-zhi (林偉智), Wakil Direktur Eksekutif Institut Penelitian Tren Industri Witology berpendapat, melihat dari item-item investasi ini, meskipun tidak ada hubungan langsung dengan biaya produk Apple, tetapi mempertimbangkan kenaikan biaya secara keseluruhan, maka Apple masih mungkin untuk menyesuaikan harga jual.