(Taiwan, ROC) Anggota DPR lintas partai AS sepakat mengusung “Taiwan Assurance Act” , meminta agar Kemenlu AS menetapkan rencana yang meniadakan sisa batasan-batasan dalam pertukaran dan kerja sama Taiwan-AS, yang bertujuan untuk memperdalam hubungan kedua belah pihak. Legislator partai berkuasa dan oposisi menegaskan promosi usungan ini, memperdalam hubungan Taiwan-AS, akan tetapi legislator KMT Chen Yu-chen mengingatkan, pemerintah semestinya lebih seksama dalam melakukan peninjauan, berharap agar saat memperdalam hubungan Taiwan-AS tetap bisa menjaga kepentingan nasional dan stabilitas regional.
Mantan Menlu AS pada pemerintahan Donald Trump saat menjadi presiden AS untuk pertama kalinya, Mike Pompeo yang menghapus pembatasan pertukaran AS-Taiwan, meminta rencana Kementerian Luar Negeri AS lebih lanjut meniadakan batasan-batasan yang ada, agar bisa memperdalam hubungan Taiwan-AS. Masa pemerintahan Joseph R. Biden Jr., meskipun mengaktifkan kembali sebagian batasan, akan tetapi saat bersamaan juga memperlonggar batasan kunjungan pejabat AS-Taiwan, membiarkan pejabat AS dalam instansi pemerintahan federal menyambut pejabat Taiwan, juga diperkenankan bertemu di kantor perwakilan Republik Tiongkok di AS.
Amandemen tersebut pernah diloloskan dalam suara tertinggi dalam kongres nasional AS pada tahun 2023, akan tetapi tidak diloloskan dalam senat AS. Dalam pemerintahan Donald Trump 2.0, amandemen tersebut kembali diusung oleh anggota DPR partai Republik Ann Wagner, anggota DPR partai Demokrat Geey Connolly dan Ted Lieu, mereka bertiga secara serentak meminta Kemenlu AS secara berkala meninjau dan memperbaharui standar pembinaan hubungan AS-Taiwan, bertujuan memastikan beberapa standar ini dapat menjamin kerja sama kedua belah pihak, mewujudkan nilai-nilai bersama dan bermanfaat menjadi solusi penyelesaian isu permasalahan lintas selat.
Legislator partai Demokrat Progesif (DPP) Wu Szu-yao mengatakan, dukungan AS lintas partai terhadap Taiwan menjadi sebuah konsensus, ia menekankan, nilai demokrasi Taiwan dan konstribusi Taiwan terhadap perdamaian kawasan Indo Pasifik serta kekuatan ekonomi yang semakin besar, sehingga Taiwan mendapat dukungan semakin besar di mata dunia internasional. Wu Szu-yao mengatakan, “dalam masa pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen dan Lai Ching-te, pembinaan Taiwan-AS mencatat hubungan terbaik, terakrab sepanjang sejarah, komunikasi dalam berbagai kanal berjalan dengan baik, tentu saja, semua dilakukan berdasarkan atas fondasi yang dibina selama bertahun-tahun, menjalin kerja sama dan kepercayaan satu sama lain di masa jangka panjang. Tentu, dalam kongres nasional AS, mendukung Taiwan, melawan Tiongkok, ini menjadi konsensus lintas partai kongres nasional AS.”
Legislator Kuomintang (KMT) Chen Yu-chen (陳玉珍) malah mengingatkan, mementingkan hubungan baik 3 pihak yakni AS, RRT dan Taiwan harus terbina baik, menjaga stabilitas regional, Taiwan semestinya menghindari persaingan RRT-AS dan memilih salah satu pihak, semestinya belajar dari Singapura dan Filipina, saat membina hubungan dengan AS juga mempertahankan hubungan stabil dengan Tiongkok.
Chen Yu-chen mengatakan, “pemerintah jangan semata-mata hanya melawan Tiongkok demi melindungi Taiwan, Anda sekalian bisa menyaksikan di dunia ini begitu banyak negara, baik Singapura maupun Filipina, beberapa negara ini tetap berhubungan dengan AS, akan tetapi tetapi menjalin hubungan baik dengan Daratan Tiongkok, kedua hubungan ini tidak saling bertentangan.”
Legislator Chen Yu-chen menekankan, meskipun memperdalam hubungan Taiwan-AS adalah perkembangan positif, akan tetapi pemerintah perlu meninjau dengan seksama, dan menjamin agar kepentingan negara tidak dirugikan.