(Taiwan, ROC) -- Perdana Menteri Cho Jung-tai pada Selasa ini (25/2) memimpin rombongannya menuju Yuan Legislatif, untuk memberikan laporan terkait arah kebijakan pemerintahan. PM Cho Jung-tai menekankan, dalam perubahan situasi global, di bawah hubungan lintas selat terjadi situasi tegang, pemerintah berlanjut memperkuat keamanan nasional, mempromosikan perkembangan ekonomi dan menanggapi tantangan perubahan demografis untuk menjamin perkembangan Taiwan yang stabil dan sehat.
PM Cho Jung-tai saat diinterpelasi di Yuan Legislatif, menekankan Yuan Eksekutif, Yuan Legislatif semestinya bekerja sama untuk mempromosikan kesejahteraan masyarakat, memenuhi harapan masyarakat. Ia mengatakan, Taiwan dalam perubahan situasi internasional “kemajuan di tengah integrasi, manfaat di tengah penyesuaian”, mengeluarkan 5 tantangan utama yang mencakup kebijakan populasi, anti narkoba, perkembangan SDM, harga barang stabil dan transformasi energi, menjamin agar perkembangan nasional stabil dan berlanjut mengembangkan kekuatan pengaruh terhadap dunia.
PM Cho Jung-tai mengatakan, pemerintah berlanjut mempromosikan peningkatan industri manufaktur, menarik pengusaha dalam/ luar negeri untuk menambah investasi, beberapa perusahaan teknologi internasional seperti Microsoft, Amazone dan NVIDIA tengah memperkuat investasi di Taiwan. Pemerintah sedang mempromosikan program “kecerdasan nasional 2.0”, menyuntikkan dana sebesar NT$ 11,6 milyar sebagai alokasi transformasi digitalisasi UMKM, memperpanjang insentif pajak sewa untuk wirausaha hingga tahun 2029, yang bertujuan membantu pelaku usaha dalam menghadapi tren AI dan emisi nol bersih.
Berkaitan dengan tantangan situasi internasional dan situasi lintas selat, PM Cho Jung-tai menyampaikan, dalam rangka memperkuat pertahanan nasional, meningkatkan ketangguhan keamanan masyarakat, menghadapi ancaman militer RRT, pemerintah mengadopsi strategi keamanan nasional, berlanjut mempromosikan otonomi pertahanan dan peningkatan kemampuan pertahanan diri. Ia mengatakan, hingga saat ini anggaran pertahanan nasional mencapai GDP 3%, juga mempromosikan reformasi mekanisme pertahanan nasional, untuk mencegah infiltrasi kekuatan asing masuk dalam industri pesawat nirawak juga dicantumkan dalam strategi pertahanan nasional, di masa mendatang akan memperluas produksi dan membentuk badan untuk menjamin keamanan selat Taiwan. Saat bersamaan, pemerintah akan memperkuat pendidikan keamanan informasi bagi masyarakat, dalam menghadapi perang, siaga menjaga stabilitas masyarakat.
PM Cho menekankan, pemerintah akan berpegang teguh pada prinsip, untuk mempromosikan pertukaran lintas selat yang sehat dan stabil. Sedangkan, RRT melalui taktik militer dan ekonomi memengaruhi Taiwan, bertujuan merusak stabilitas regional. Sehubungan dengan hal ini, pemerintah secara kongkret menerapkan “4 pilar utama perdamaian”, memperkuat pertahanan nasional, keamanan ekonomi, rantai pasokan industri dan ketangguhan masyarakat sosial. PM Cho Jung-tai mengatakan, “Kami akan pro-aktif menerapkan program yang dipromosikan Presiden yakni “4 pilar utama perdamaian”, memperkuat keamanan ekonomi, pertahanan nasional, rantai pasokan industri dan ketangguhan masyarakat sosial, memperkuat pembelaan terhadap kedaulatan negara dan demokrasi kebebasan, melindungi masyarakat secara keseluruhan, bergandengan dengan negara kubu demokrasi untuk menjaga perdamaian, stabilitas dan pengembangan selat Taiwan dan Asia Pasifik.”
PM Cho Jung-tai mengemukakan, pemerintah memperdalam kerja sama internasional, melalui diplomasi nilai, diplomasi ekonomi dan diplomasi komprehensif, meningkatkan posisi strategis Taiwan. negara-negara sahabat demokrasi AS, Jepang dan Uni Eropa bersama Taiwan semakin memperdalam pertukaran ekonomi dan teknologi, hal ini menunjukkan peran penting Taiwan dalam rantai pasokan industri global.
Taiwan dihadapkan dengan permasalahan populasi penuaan dan penurunan angka natalitas, PM Cho Jung-tai juga mengemukakan, Dewan Pengembangan Nasional (NDC) memprediksikan populasi tahun 2030 akan menurun hingga di bawah 23 juta jiwa. Pemerintah mempromosikan kebijakan negara membesarkan anak versi 2.0 untuk usia anak 0-6 tahun, memperluas kebijakan perumahan dan subsidi sewa rumah. Di sisi lapangan kerja, sejak tahun 2025 untuk upah minumin telah dinaikkan menjadi NT$ 28.590,-, upah per jam NT$ 190,- ; serta mempromosikan perawatan lapangan kerja dan rumah tangga kepada pasangan suami istri yang bekerja, pemerintah aktif merekrut SDM asing, telah ada 53.000 orang yang diloloskan serta mempermudah persyaratan bagi SDM asing untuk menetap di Taiwan, yang bertujuan untuk mempertahankan persaingan Taiwan dalam kancah internasional.
PM Cho Jung-tai menekankan, menghadapi permintaan pengembangan dalam negeri dan tantangan internasinol, pemerintah akan menjalani kebijakan stabil sebagai landasan dan berlanjut memperkuat pertahanan nasional, mempromosikan tranformasi ekonomi, aktif menanggapi perubahan demografis. Yuan Eksekutif dan Yuan Legislatif akan saling bekerja sama, bertujuan menjamin agar Taiwan di tengah situasi perubahan internasional bergerak lebih stabil dan maju, serta menjaga keamanan nasional dan kesejahteraan masyarakat.