(Taiwan, ROC) --- Ditjen Kepolisian Nasional (NPA) Kementerian Dalam Negeri melalui 165 Dashboard Anti Penipuan baru-baru ini membagikan kasus penipuan.
Disebutkan bahwa pada 6 Januari 2025, seorang warga menerima telepon yang mengaku dari kantor pos, dengan nomor telepon berawalan +886. Penelepon mengklaim bahwa KTP korban telah disalahgunakan untuk mengajukan subsidi sewa rumah dan terlibat dalam kasus penipuan, sehingga meminta korban untuk bekerja sama dalam penyelidikan.
Telepon kemudian dialihkan ke seseorang yang mengaku sebagai polisi penyelidik kasus penipuan dari Kantor Polisi Kota Kaohsiung. Penipu menyatakan bahwa korban mungkin akan dianggap sebagai tersangka, dan hal ini akan mempengaruhi kepercayaan (kredit) dan keamanan tabungannya.
Korban mengaku bahwa setelah menghapus +886 dan mencoba mencari tahu nomor tersebut, memang benar terlihat seperti nomor kantor pos, yang membuatnya semakin terjebak dalam penipuan dan sangat menyesal.
Pelaku meminta LINE ID milik korban dan mengirimkan dokumen kasus serta pemberitahuan pengadilan yang mencantumkan nama korban beserta stempel resmi.

Disebutkan bahwa pada 6 Januari 2025, seorang warga menerima telepon yang mengaku dari kantor pos, dengan nomor telepon berawalan +886. 圖:PEXELS
Pelaku meminta korban untuk melakukan sertifikasi notaris pengelolaan aset dan memindahkan dana ke rekening yang aman. Korban pun akhirnya melakukan transfer bertahap dan menyerahkan uang tunai secara langsung dengan total NT$8.947.500.
Setelah kejadian, korban menelepon kantor polisi untuk bertanya, dan baru mengetahui bahwa itu semua adalah penipuan. Polisi yang sebenarnya tidak akan pernah meminta transfer uang atau pengelolaan aset. Namun pada saat itu, akun LINE korban sudah diblokir dan nomor teleponnya tidak bisa dihubungi lagi.
Polisi mengingatkan bahwa +886 adalah panggilan dari luar negeri dan pasti merupakan telepon penipuan. NPA menjelaskan bahwa sindikat penipuan memanfaatkan celah sistem yang memungkinkan mereka mengubah nomor yang ditampilkan sesuka hati, sehingga masyarakat tidak boleh mudah percaya.
Salah satu aplikasi pendeteksi panggilan penipuan, Whoscall, juga menunjukkan bahwa panggilan internasional dengan awalan "+" biasanya merupakan ciri khas telepon penipuan.
Kecuali beberapa panggilan roaming dari perangkat seluler di luar negeri ke Taiwan, nomor yang diawali +886 kebanyakan adalah bentuk telepon penipuan yang dimanipulasi, dan tidak ada format +886 yang diikuti nomor telepon rumah dalam negeri.
Ditjen Kepolisian Nasional (NPA) Kementerian Dalam Negeri melalui 165 Dashboard Anti Penipuan baru-baru ini membagikan kasus penipuan. 圖: PEXELS
Tips Pencegahan Penipuan:
1. Nomor berawalan +886 adalah panggilan dari luar negeri dan pasti merupakan telepon penipuan.
2. Polisi dan kejaksaan tidak akan menangani kasus melalui telepon atau LINE, juga tidak akan mengelola asset.
3. Jika polisi/jaksa meminta mengelola aset, bertemu langsung, atau transfer uang, itu pasti penipuan.
4. Jika menerima panggilan mencurigakan, segera tutup telepon dan hubungi nomor resmi dari website atau 165 untuk verifikasi.
Analisis Modus Penipuan:
1. Penipu mengaku sebagai layanan pelanggan kantor pos dan mengklaim dokumen identitas disalahgunakan dalam kasus pidana, lalu mengalihkan ke polisi palsu.
2. Polisi palsu mengirim dokumen resmi dan surat pemberitahuan pengadilan palsu untuk menciptakan suasana keterlibatan kasus.
3. Polisi palsu berbohong tentang pengelolaan aset dan meminta transfer uang serta pertemuan langsung.