(Taiwan, ROC) - Dalam perkembangan digitalisasi global, pemerintah selalu menjunjung tinggi kebebasan dan demokrasi, dan berusaha membangun Taiwan menjadi benteng aliansi demokrasi internasional.
Demikian ditegaskan oleh Menteri Urusan Digital Taiwan Huang Yen-nun (黃彥男) dalam acara temu pers sebelum pembukaan RightsCon, konferensi hak asasi manusia digital global terbesar sedunia di Taipei pada hari Senin.
Huang berterima kasih kepada penyelenggara yang telah memilih Taiwan menjadi tuan rumah RightsCon. Ia mengatakan, “Terima kasih kepada penyelenggara karena telah melihat tekad kuat pemerintah dan rakyat kami dalam mengejar demokrasi dan kebebasan, dan karena bersedia menjadikan Taiwan dengan situasi diplomasi yang unik sebagai tempat penyelenggaraan RightsCon."
Huang juga menekankan bahwa semua upaya ini didasarkan pada komitmen Taiwan terhadap demokrasi dan perdamaian. Justru karena menghargai keberagaman, keterbukaan, dan kebebasan, kami dapat mengutamakan masyarakat di era digital yang berubah dengan cepat dan menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan tangguh, tegasnya.
Lebih dari 500 seminar terkait hak asasi manusia dan perkembangan digital akan diadakan di RightsCon 2025 di Taipei, yang dijadwalkan diadakan selama empat hari berturut-turut mulai tanggal 24 hingga tanggal 27.