History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RTI Menjadi Media Berbahasa Mandarin Pertama yang Meraih Sertifikat JTI

  • 22 February, 2025
  • 曾秀情
RTI Menjadi Media Berbahasa Mandarin Pertama yang Meraih Sertifikat JTI
Chairperson Rti, Cheryl Lai

(Taiwan, ROC) -- Media adalah pelindung kemajemukan demokrasi, merupakan garis pertahanan penting dalam menjaga kebebasan berpendapat! Bagaimana media mempertahankan nilai, menjaga keadilan dan tingkat transparansi dan kepentingan jurnalis dalam enghadapi serbuan berita palsu dan serangan perang kognitif yang terjadi sekarang ini. Radio Taiwan Internasional (Rti) mewakili suara Taiwan kepada dunia internasional dalam 20 bahasa, secara resmi lolos dalam “Inisiatif Kepercayaan Jurnalisme” oleh Wartawan Tanpa Batas (Reporter Without Borders/RSF) pada 29 Januari 2025, tidak saja adalah yang perdana di Taiwan, juga merupakan lembaga jurnalis pertama dalam lingkungan berbahasa Mandarin global yang mendapatkan sertifikat ini, hal ini menunjukan bahwa Rti mendapat keyakinan atas keuletan dan kredibilitas dalam profesi jurnalisme.

Reporters Without Borders (RSF) yang berkomitmen untuk membela kebebasan pers, sejak tahun 2019 memberikan “Jurnalism Trust Initiative (JTI), dan mengumpulkan media global untuk turut bergabung. Media yang turut berpartisipasi dalam JTI wajib memenuhi tiga tugas. Pertama-tama adalah memberikan penilaian diri dengan melakukan item berdasarkan 130 standar dari 18 kategori dalam kuesioner JTI, termasuk di dalamnya pembeberan kepemilikan, sumber pendanaan, kebijakan editorial, tingkat akuntabilitas, pengecekan fakta, pelatihan staf dan lainnya. Selesai memberikan penilaian diri dan setelah secara terbuka memberikan “Laporan Tingkat Transparasni”, masih memerlukan untuk pemeriksaan dan verifikasi dari pihak ketiga, usai itu baru mendapatkan sertifikat JTI secara resmi.

Chairperson Rti Cheryl Lai menyampaikan, begitu mengetahui adanya program ini, ia sangat percaya pentingnya akan hal ini, untuk itu memutuskan untuk menjadikan Rti sebagai media pertama yang mengabungkan diri. Meskipun harus melalui penyeleksian yang ketat, tetapi Rti dapat dengan mulus menyelesaikan tugas dan mendapatkannya, membuktikan bahwa Rti adalah sebuah lembaga media yang sehat, profesional dan dapat dipercaya.

Berdasarkan statistik RSF, sudah ada 2.000 lebih media dari 110 negara yang melakukan pemrosesan tolok ukur kerja sertifikasi JTi, 100 di antaranya telah lolos dalam sertifikasi lembaga lainnya seperti Deloitte (Jaringan penyedia jasa profesional multinasional) atau Bureau Veritas (Perusahaan yang fokus pada pengujian, inspeksi dan sertifikasi). Rti sendiri baru tahun kemarin (2024) secara resmi turut dalam JTI, dan memimpin seluruh Taiwan dalam memberikan “laporan tingkat transparansi” secara terbuka setelah menyelesaikan persyaratan penilaian diri dalam JTI; selanjutnya setelah melalui pemeriksaan audit ketat dari lembaga eksternal media, barulah mendapatkan predikat media pertama di Taiwan yang meraih sertifikasi JTI pada 29 Januari 2025.

Chairperson Rti, Cheryl Lai menegaskan, sertifikasi ini tidak hanya membuktikan bahwa Rti tidak saja secara resmi menjadi anggota mitra media internasional, juga bersama lembaga jurnalis global bahu membahu, memperlihatkan keprofesionalan jurnalis Taiwan sesuai dengan standar internasional, melainkan Rti juga mewakili dalam lembaga non pemerintah internasional seperti RSF, membantu mereka dalam menyebarluaskan informasi penting pada masyarakat global. Cheryl Lai juga secara khusus menguapkan terima kasih pada Sekjen RSF, Christophe Deloire yang sangat disayangkan setelah bertemu dengan Rti, beliau tidak lama kemudian wafat, dan sekarang program ini menjadi salah satu hadiah yang sangat berharga bagi dunia. Terkait dengan program JTI, Chairperson Rti, Cheryl Lai merasa sangat bangga dan berterima kasih atas kepercayaan pada Rti, yang mana ini menjadi motivasi bagi Rti untuk terus mengupayakan keprofesionalan dan kredibilitas. jurnalis.

Komentar

Terbarumore